FITNESS & HEALTH

Remaja, Ini Aktivitas Fisik yang Cocok agar Kamu Tetap Aktif

Raka Lestari
Kamis 14 Oktober 2021 / 10:00
Jakarta: Aktivitas fisik pada anak dan remaja sangatlah penting. Selain memiliki banyak manfaat, seperti memelihara tingkat kesehatan dan kebugaran jasmani, membangun kesehatan otot dan tulang, serta mengurangi gejala kecemasan serta depresi. 

Seperti diketahui, aktivitas fisik bertujuan untuk membuat tubuh lebih sehat. Namun sehat belum tentu bugar lho! Nah, untuk mendapatkan tubuh bugar, kita juga harus melakukan latihan fisik.
 

Lantas, apa perbedaan aktivitas fisik, latihan fisik, dan olahraga?

Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO, K-APK, seorang dokter spesialis kedokteran olahraga konsultan di RSUI menjelaskan terminologi ketiga istilah ini yang sering disalah-artikan oleh kebanyakan masyarakat. 

"Aktivitas fisik adalah seluruh gerakan tubuh sebagai hasil kontraksi otot rangka, yang akan meningkatkan energi ekspenditur. Misalnya, melakukan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu atau mencuci" ujar dr. Tata.


(Olahraga adalah aktivitas fisik yang mempunyai ciri permainan, mempunyai aturan tertentu, dan mengandung unsur kompetisi.  Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


Sedangkan, latihan fisik adalah aktivitas fisik yang terencana, terstruktur dengan gerakan yang dilakukan berulang untuk memperbaiki atau memelihara komponen kebugaran jasmani. Misalnya, latihan mengangkat beban beberapa set dan dengan repetisi tertentu.

"Sementara, olahraga adalah aktivitas fisik yang mempunyai ciri permainan, mempunyai aturan tertentu, dan mengandung unsur kompetisi, misalnya pada olahraga pertandingan basket atau bulu tangkis," kata dr. Tata.

Semakin tinggi intensitas aktivitas fisik dan latihan fisik, semakin banyak manfaat yang didapatkan. Namun bahaya dan risikonya juga semakin tinggi. Sehingga perlu diperhatikan pula prinsip BBTT (Baik, Benar, Terukur, Teratur) selama melakukan latihan fisik.


(WHO merekomendasikan latihan fisik untuk anak dan remaja yaitu minimal 60 menit per hari. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


1) Baik; artinya dimulai sejak dini sesuai dengan kondisi fisik.

2) Benar; dilakukan secara bertahap dimulai dari pemanasan, dilanjutkan dengan latihan inti, dan diakhiri dengan pendinginan.

3) Terukur; intensitas latihan sesuai zona latihan dengan denyut nadi latihan (DNL).

4) Teratur; dilakukan 3-5 kali per minggu dan selang sehari untuk istirahat.

WHO merekomendasikan latihan fisik untuk anak dan remaja yaitu minimal 60 menit per hari dengan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat sepanjang minggu, sebagian besar adalah aktivitas aerobik. Serta minimal tiga kali per minggu yaitu melakukan aktivitas fisik intensitas berat untuk meningkatkan kekuatan otot dan massa tulang.
(yyy)