FITNESS & HEALTH

Jenis Makanan yang Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes

Raka Lestari
Rabu 20 Januari 2021 / 18:38
Jakarta: Menurut American Diabetes Association, saat ini lebih dari 30 juta orang Amerika menderita diabetes. Dan Ini adalah penyebab lebih dari 79.000 kematian per tahun.

Diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin, yang terjadi saat tubuh tidak dapat dengan benar menggunakan insulin, hormon yang mengontrol kadar gula darah. 

Menurut Harvard T. H. Chan School of Public Health ada sejumlah hal yang bisa menyebabkan sel penghasil insulin menjadi rusak dan tidak bekerja dengan baik diantaranya adalah obesitas, merokok, mengonsumsi terlalu banyak alkohol, dan secara teratur mengonsumsi makanan berglikemik tinggi yang memicu gula darah. 

Selain itu juga, pola makan cukup berpengaruh pada kemungkinan risiko diabetes tipe 2. Dan berikut ini adalah jenis-jenis makanan yang bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2:
 

1. Hanya mengonsumsi sayuran yang mengandung zat tepung


Memasukkan sayuran dalam daftar pola diet merupakan kebiasaan yang baik. Sayuran mengandung nutrisi yang sehat, dan sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa sayuran dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2. 

Namun, sebaiknya kamu tidak memadukan sayuran bertepung dengan makanan kaya karbohidrat lainnya, misalnya nasi dengan kentang. Meskipun kandungan pati yang terlalu banyak tidak secara langsung meningkatkan risiko diabetes, namun dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan lonjakan gula darah, yang dapat memicu terjadinya diabetes. 
 

2. Mengemil buah-buahan kering secara rutin 


Mengemil buah-buahan kering tampak seperti makanan ringan yang sehat, tapi buah kering bisa menyebabkan lonjakan gula darah, dan tidak mencegah rasa lapar dibandingkan buah-buahan segar.

"Jika kamu makan aprikot utuh, kamu mungkin akan merasa agak kenyang dari satu buah saja," kata Fatima Cody Stanford, M.D., seorang dokter obat obesitas di Massachusetts General Hospital Weight Center. 

"Namun, jika kamu mengonsumsi aprikot kering, kamu mungkin harus makan beberapa aprikot untuk bisa membuat kenyang." Itu berarti kamu harus mengonsumsi lebih banyak gula lagi yang mungkin bisa berefek pada gula darah. 
 

3. Mengonsumsi terlalu banyak daging merah


Sebuah analisis dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa porsi harian daging merah dikaitkan dengan 19 persen peningkatan risiko diabetes tipe 2. Meskipun peneliti tidak yakin bagaimana daging merah menyebabkan peningkatan risiko, kandungan zat besinya yang tinggi dapat berperan dengan merusak sel penghasil insulin.
 

4. Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang sudah diproses


Kelsey Kloss dalam Menshealth mengatakan penelitian dari Harvard School of Public Health juga menemukan bahwa mengonsumsi daging olahan setiap hari meskipun dalam jumlah sedikit dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 51 persen.

"Tingginya kadar pengawet dan sodium dalam daging olahan mungkin berperan meningkatkan risiko diabetes tipe 2," menurut Harvard T. H. Chan School of Public Health.
(TIN)