FITNESS & HEALTH

Beredar Hoaks Wartawan Terkapar Usai Vaksinasi Covid-19

Yatin Suleha
Jumat 26 Februari 2021 / 22:25
Jakarta: Entah kapan habisnya kabar angin yang tidak benar alias hoaks. Kali ini awak media sendiri yang diberitakan terkapar usia divaksinasi covid-19. Tepat satu hari yang lalu, ribuan teman media melakukan vaksinasi pertama covid-19 di GBK. 

Dan sore hari tadi beredar kabar yang berbunyi seperti ini, "Teman-teman, barusan saya ditelepon jubir Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmidzi. Atas izin Banghab, punten saya menyampaikan pesan beliau ya: dr Nadia melapor hari ini puluhan wartawan terkapar setelah divaksin. Ada yang pusing keliyengan dan mual-mual sampai pingsan. Kemenkes kemudian langsung gerak kan, dan mereka dibawa ke RS untuk diobservasi. Dicek di sejumlah rumah sakit dan ditemukan sejumlah penyebab terkait ini."

Selanjutnya kabar tersebut menulis tentang penyebab terjadinya hal tersebut akibat banyak wartawan begadang, banyak wartawan tidak sarapan proper, banyak wartawan ketakutan dan cemas saat mengantre. 

"Hal ini juga memperparah kondisi tubuh seseorang. Dengan beban psikologis yang berat membuat sistem kekebalan tubuh menurun. Sementara kandungan SInovac mengharuskan kita untuk siap dari sisi tersebut. Hal ini selaras dengan data KIPI 64 persen peserta vaksinasi stres dan membuat mereka merasakan efek samping. Jadi, saran dari Bu Nadia adalah tetap kalem dan stay positif saat proses tersebut ya.. Demikian pesan dari beliau, kalaupun ada efek yang 1-2 hari ini masih dirasakan, seperti yang disampaikan Banghab silakan lapor ke kantor ya manteman... Terimakasi banyak teman teman," sebut kabar tersebut lagi.

Dan tepatnya pukul 19.49 WIB melalui video berdurasi 1.24 detik, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid membantah kabar yang tidak benar tersebut.

"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Teman-teman media yang saya hormati. Pada kesempatan ini saya ingin mengklarifikasi terkait informasi yang beredar bahwa puluhan wartawan terkapar pascavaksinasi covid-19. Kami sampaikan informasi yang beredar di whatsapp group ataupun media sosial ini adalah tidak benar," tegas dr. Nadia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, "Pada hari ini pascapenyuntikan vaksin covid-19 terdapat lima awak media yang memang diobservasi karena merasa ada keluhan efek samping pascapenyuntikan vaksinasi, dan saat ini kelima awak media tersebut sudah kembali ke rumah masing-masing dan dalam kondisi sehat," terang dr. Nadia lagi.

"Ada pun dalam pemeriksaan diketahui awak media ini sebelumnya tidak melakukan sarapan atau pun makan siang sebelum pelaksanaan vaksinasi. Dan yang kedua adalah mereka tidak cukup beristirahat pada malam hari sebelumnya saat besok hari akan mendapatkan vaksinasi, sehingga kami mengimbau tentunya awak media yang akan mendapatkan vaksinasi besok hari untuk istirahat yang cukup dan melakukan sarapan sebelum mendatangi lokasi vaksinasi," pesan dr. Nadia.

"Kembali kami tegaskan berita atau informasi yang mengatakan puluhan awak media terkapar adalah tidak benar," pungkas dr. Nadia.

(TIN)