FITNESS & HEALTH

Autoimun dan Jenis-jenisnya

Kumara Anggita
Kamis 04 Maret 2021 / 18:12
Jakarta: Pernahkah kamu mendengar tentang penyakit autoimun? Autoimun adalah kondisi yang menyebabkan berbagai penyakit yang berbeda.

Dikutip dari Healthline, penyakit autoimun adalah suatu kondisi di mana sistem kekebalan kamu secara keliru menyerang tubuh kamu. Penyakit ini membuat tubuh melepaskan protein yang disebut autoantibodi yang menyerang sel sehat.

Hinggat saat ini dokter tidak tahu persis apa yang menyebabkan sistem kekebalan macet. Namun beberapa orang lebih lebih berisiko terkena penyakit ini dibandingkan yang lainnya. 

Menurut sebuah studi tahun 2014, perempuan mendapatkan penyakit autoimun pada tingkat sekitar 2 banding 1 dibandingkan pria. Sering kali penyakit ini dimulai selama masa subur seorang perempuan (usia 15 sampai 44 tahun).

Penyakit autoimun tertentu, seperti multiple sclerosis dan lupus juga diturunkan dalam keluarga. Tidak setiap anggota keluarga pasti mengidap penyakit yang sama, tetapi mereka mewarisi kerentanan terhadap kondisi autoimun.

Sumber yang sama mengatakan karena kejadian penyakit autoimun meningkat, para peneliti menduga faktor lingkungan seperti infeksi dan paparan bahan kimia atau pelarut mungkin juga terlibat.

Dan terakhir “Diet Barat" adalah faktor risiko lain yang dicurigai untuk mengembangkan penyakit autoimun. Makan makanan tinggi lemak, tinggi gula, dan makanan olahan diduga terkait dengan peradangan, yang dapat memicu respons imun. Namun, ini belum terbukti.

Jadi, para peneliti belum tahu persis apa yang menyebabkan penyakit autoimun. Genetika, diet, infeksi, dan paparan bahan kimia mungkin terlibat.


autoimun
(Menurut sebuah studi tahun 2014, perempuan mendapatkan penyakit autoimun pada tingkat sekitar 2 banding 1 dibandingkan pria. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
 

Beberapa penyakit autoimun yang umum terjadi


Ada lebih dari 80 penyakit autoimun yang berbeda. Berikut adalah beberapa autoimun yang umum.
 

1. Diabetes tipe 1


Pankreas menghasilkan hormon insulin, yang membantu mengatur kadar gula darah. Pada diabetes melitus tipe 1, sistem kekebalan menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Hasil gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, serta organ seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf.
 

2. Arthritis rheumatoid


Arthritis rheumatoid juga disebut AR adalah gangguan inflamasi kronis yang memengaruhi banyak sendi, termasuk di tangan dan kaki. Tidak seperti osteoartritis, yang biasanya menyerang orang seiring bertambahnya usia, RA dapat dimulai sejak usia 30-an atau lebih cepat.
 

3. Psoriasis atau artritis psoriatis


Sel-sel kulit biasanya tumbuh dan kemudian lepas saat tidak lagi dibutuhkan. Psoriasis menyebabkan sel kulit berkembang biak terlalu cepat. Sel ekstra menumpuk dan membentuk bercak merah yang meradang, biasanya dengan sisik putih keperakan dari plak pada kulit. 

Hingga 30 persen penderita psoriasis juga mengalami pembengkakan, kekakuan, dan nyeri pada persendian mereka. Bentuk penyakit ini disebut arthritis psoriatis.
 

4. Systemic lupus erythematosus (SLE) atau lupus eritematosus sistemik


Meskipun para dokter pada tahun 1800-an pertama kali menggambarkan lupus sebagai penyakit kulit karena ruam yang biasa ditimbulkannya, bentuk sistemik yang paling umum, sebenarnya memengaruhi banyak organ, termasuk persendian, ginjal, otak, dan jantung. Nyeri sendi, kelelahan, dan ruam adalah gejala yang paling umum.
 

5. Penyakit radang usus


Inflammatory bowel disease (IBD) atau penyakit radang usus adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi yang menyebabkan peradangan pada lapisan dinding usus. Setiap jenis IBD memengaruhi bagian saluran gastrointestinal (GI) yang berbeda.

Penyakit Crohn dapat meradang bagian mana pun dari saluran GI, dari mulut hingga anus. Dan kolitis ulserativa hanya memengaruhi lapisan usus besar (kolon) dan rektum.
(TIN)