FITNESS & HEALTH

Ini Bedanya Antara Karantina dengan Isolasi Mandiri

Raka Lestari
Rabu 22 April 2020 / 14:12

Jakarta: Di tengah pandemi covid-19 ini, kata-kata isolasi mandiri atau karantina merupakan kata yang cukup sering didengar. Akan tetapi, tidak banyak orang yang mengetahui perbedaan diantara keduanya dan menganggap isolasi mandiri dan karantina merupakan hal yang sama.

Isolasi, baik itu yang dilakukan di rumah sakit atau di rumah adalah tindakan kesehatan masyarakat untuk memperlambat penyebaran covid-19 dengan menjaga orang sakit jauh dari orang yang sehat. 

“Isolasi dilakukan untuk memisahkan orang sakit yang memiliki penyakit menular dari mereka yang tidak memiliki penyakit apapun,” ujar Krutika Kuppalli, MD, seorang dokter penyakit menular dan wakil ketua Global Health Committee at the Infectious Diseases Society of America (IDSA).

Seringkali pasien diisolasi di ruangan khusus rumah sakit. Tetapi, karena penyebaran covid-19 yang sangat luas dan kurangnya sumber daya medis berarti akan ada banyak orang yang diminta untuk melakukan isolasi sendiri di rumah, menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

embed

(Isolasi dilakukan untuk memisahkan orang sakit yang memiliki penyakit menular dari mereka yang tidak memiliki penyakit apapun. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Sedangkan Dr. Kuppalli mengatakan karantina dilakukan untuk memisahkan dan membatasi pergerakan orang-orang yang sehat yang mungkin bisa terpapar penyakit-penyakit menular. Mereka akan dipantau untuk mengetahui apakah mereka sakit atau tidak. 

Karantina juga biasanya diberlakukan pada seluruh komunitas. Untuk individu, biasanya karantina dilakukan selama satu kali masa inkubasi. Pada kasus covid-19 ini sekitar 14 hari.

Isolasi biasanya dilakukan untuk seseorang yang sakit, sedangkan karantina merupakan cara terbaik untuk secara cepat mendeteksi seseorang yang melakukan kontak dengan pasien terinfeksi yang kemudian terlacak. Berdasarkan lokasi dan situasi, karantina bisa menjadi “pasif” atau lebih aktif untuk melakukan pemantauan gejala, menurut National Library of Medicine.

“Karantina dan isolasi adalah dua dari beberapa jenis strategi mitigasi masyarakat yang diterapkan dalam kesehatan masyarakat ketika kita berhadapan dengan penyakit menular yang tidak ada tindakan pencegahan khusus seperti vaksin atau obat antivirus,” kata Suzet McKinney, DrPH , CEO  Illinois Medical District.


(yyy)