FITNESS & HEALTH

Kenapa Ya, Masih Ngantuk Walau Sudah Minum Kopi?

Raka Lestari
Kamis 23 September 2021 / 17:49
Jakarta: Banyak orang mengandalkan kopi untuk membuat mereka tetap terjaga sehingga bisa melakukan berbagai aktivitas. Namun ternyata, efek kopi tidak memengaruhi semua orang dengan cara yang sama. 

Beberapa orang, mungkin dapat minum beberapa cangkir di siang hari dan tidak mengalami efek apa-apa. Orang lainnya mungkin mengalami efek samping setelah minum satu cangkir kopi.

Lalu, apa yang membuat seseorang masih tetap mengantuk sekalipun sudah minum kopi? Dilansir dari Medical News Today, berikut ini adalah penjelasannya:


kopi
(Dalam penelitian juga disebutkan bahwa kafein dapat memengaruhi metabolisme glukosa. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

1. Kafein memblokir reseptor adenosin di otak


Adenosin adalah bahan kimia otak yang memengaruhi siklus tidur-bangun. Kadar adenosin meningkat selama jam bangun dan menurun saat tidur. 

Biasanya, molekul adenosin mengikat reseptor khusus di otak, yang memperlambat aktivitas otak dalam persiapan untuk tidur. Namun, kafein mencegah hal ini terjadi dengan mengikat reseptor adenosin.

Tubuh dengan cepat menyerap kafein, sehingga seseorang dapat merasakan efeknya dalam beberapa menit. Faktanya, tubuh menyerap 99 persen kafein dalam waktu 45 menit setelah mengonsumsinya. Setelah tubuh sepenuhnya memetabolisme kafein, efeknya akan hilang.
 

2. Beberapa orang mengembangkan toleransi kafein 


Orang yang secara teratur mengonsumsi kopi dan minuman berkafein lainnya dapat mengembangkan toleransi terhadapnya. Karena kafein memblokir reseptor adenosin, tubuh memproduksi lebih banyak reseptor adenosin untuk melawan efek dari konsumsi kafein yang sering tersebut.
 

3. Kafein meningkatkan kadar gula darah


Banyak penelitian pada manusia dan hewan menunjukkan bahwa senyawa di dalam kopi dapat meningkatkan metabolisme glukosa dan mengurangi risiko diabetes tipe 2. Namun, efek buruk dari kafein dapat menghilangkan efek menguntungkan dari minum kopi. Salah satunya adalah membuat tubuh tetap terjaga.

Dalam sebuah penelitian kecil, para peneliti mengamati bahwa mengonsumsi 100 mg kafein memengaruhi metabolisme glukosa pada 10 pria sehat dengan kelebihan berat badan. 

Temuan ini menunjukkan bahwa kafein, bukan kopi itu sendiri, dapat memengaruhi metabolisme glukosa, yang dapat meningkatkan kadar gula darah.

(TIN)