FITNESS & HEALTH

Anak-anak di Inggris Keracunan Makanan karena Infeksi Salmonella, Apa Itu?

Sri Yanti Nainggolan
Rabu 06 April 2022 / 14:59
Jakarta: Anak-anak di Inggris dilaporkan mengalami keracunan akibat Salmonella. Diduga, camilan "telur" Kinder Surprise terkontaminasi bakteri tersebut. 

Perusahaan pembuat Kinder Surprise, Ferrero, memutuskan untuk menarik produk tersebut di pasar. 

"Ini sehubungan dengan hubungan potensial dengan wabah salmonella. Beberapa dari kasus ini adalah anak kecil," tulis Badan Standar Makanan Inggris (FSA), dilansir dari The Guardian, Rabu, 6 April 2022. 

Baca: Diduga Mengandung Bakteri Salmonella, Telur Kinder Surprise Ditarik di Inggris

Apa itu infeksi Salmonella?

Dilansir dari Halodoc, penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella pada saluran usus disebut Salmonellosis. Penyakit ini umum terjadi. 

Penyakit ini dapat menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella. Penyakit ini sangat terkait dengan kondisi higienitas perorangan dan lingkungan.
 

Penyebab infeksi Salmonella

Salmonellosis disebabkan oleh bakteri Salmonella. Salmonellosis terjadi karena bakteri Salmonella yang terdapat pada makan makanan dan minuman yang tercemar masuk kedalam saluran cerna dan menginfeksi usus sehingga menyebabkan berbagai gejala-gejala terkait pencernaan. 

Salmonellosis juga dapat ditularkan dari satu individu ke individu lain yang terkena infeksi Salmonella. Gejala mulai timbul 8–72 jam setelah bakteri masuk dan menginfeksi usus. Pada umumnya gejala biasanya terjadi selama 4–7 hari. 

Infeksi Salmonella yang ringan biasanya sembuh dalam 5–7 hari. Wikimedia Commons
Infeksi Salmonella yang ringan biasanya sembuh dalam 5–7 hari. Wikimedia Commons
 

Gejala infeksi Salmonella

Orang yang terinfeksi oleh bakteri Salmonella dapat mengalami gejala-gejala, antara lain: 
  • Diare;
  • Mual dan muntah;
  • Demam dan menggigil;
  • Keram perut;
  • Sakit kepala; dan
  • Terdapat darah dalam tinja.
Baca: Sakit Perut vs Keracunan Makanan, Apa Bedanya?

Pengobatan infeksi Salmonella

Infeksi Salmonella yang ringan biasanya sembuh dalam 5–7 hari, dan sebagian besar tidak memerlukan perawatan khusus selain minum banyak cairan. 

Pada infeksi Salmonella yang berat, perlu untuk mendapatkan rehidrasi dengan cairan intravena melalui infus. Obat antibiotik diberikan pada kondisi ini, seperti golongan ampicillin, kloramfenikol, kotrimoksazol, dan lainnya tergantung kondisi pengidap sesuai rekomendasi dari dokter.

Obat-obatan antidiare, seperti loperamid sebaiknya dihindari. Walaupun gejala diare akan berkurang setelah pemberian antidiare, tetapi penggunaan obat ini dapat memperlama infeksi Salmonella.

Selain itu obat-obatan lain untuk mengurangi gejala lainnya dapat diberikan, seperti obat penurun demam dan obat antimual.
(SYN)