FITNESS & HEALTH

Kata Psikolog Soal Spirit Doll Seperti yang Dimiliki Ivan Gunawan

Yatin Suleha
Senin 03 Januari 2022 / 18:14
Jakarta: Tren spirit doll di awal tahun 2022 ini sedang naik daun. Beberapa artis bahwa tak cuma punya satu, melainkan dua sampai tiga boneka spirit doll.

Salah satu yang sedang banyak diperbincangkan adalah milik Ivan Gunawan yang saat ini sedang trending di berbagai media. Bernama Baby Eqqel, boneka milik Ivan ini sedang hangat menjadi topik di berbagai platform dan media. 

Tak hanya satu, melainkan dua, bernama lengkap Miracle Miracle Putra Gunawan dan Marvelous Marvelous Putra Gunawan, dan memiliki Instagramnya sendiri yaitu Miracle & Marvelous/@anakputramahkota yang followernya sudah mencapai 45k followers.
 

Lalu, bagaimana pandangan psikolog akan hal ini?


"Pada dasarnya area yang mengendalikan emosi dan perasaan merupakan area yang cukup luas di fungsi kerja otak manusia. Hal inilah yang membuat manusia pada dasarnya memiliki naluri untuk menyayangi," buka Psikolog anak, remaja, dan keluarga Efnie Indrianie, M.Psi dari Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Maranatha, Bandung sekaligus penulis buku "Survive Menghadapi Quarter Life Crisis".

Kata Efnie, "Banyak yang biasanya disayangi oleh manusia, mulai dari keluarga, anak, sahabat, perkerjaan, benda-benda, termasuk hewan peliharaan. Di sisi lain, fungsi otak manusia juga terkadang menyukai konformitas agar bisa menciptakan secure feeling. Hal inilah yang biasanya membuat manusia mudah mengikuti tren, yaitu karena adanya unsur konformitas tersebut."



(Dalam Instagram Miracle & Marvelous, Igun melalui potongan tayangan Podcast Pak Gun pun menjelaskan mengapa mengadopsi boneka dibandingkan dengan anak. Video: Dok. Instagram Miracle & Marvelous/@anakputramahkota)
 

Soal komitmen jangka panjang


Ini mungkin yang juga dimiliki oleh orang dewasa yang memiliki spirit doll, cenderung tak ada komitmen untuk memberikannya kehidupan. Memiliki spirit doll tak repot dengan memberikannya makan atau minum. 

"Salah satu tantangan terbesar dari fungsi kerja otak manusia adalah komitmen jangka panjang. Mengapa? Karena pada dasarnya otak manusia kerap menyenangi hal-hal yang baru dan berbeda. Jika dikaitkan dengan adanya tren mengadopsi spirit doll yang marak akhir-akhir ini, tentunya hal tersebut ada kaitannya dengan fungsi kerja otak tersebut," terang Efnie.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa mengadopsi spirit doll akan menstimulasi area emosi dan perasaan pada otak. Hal ini akan membuat sang pengadopsi akan membantuk emotional attachment dengan spirit doll tersebut dan merawatnya. 

"Jika dikaitkan dengan komitmen, maka merawat spirit doll tidak seperti layaknya merawat makhluk hidup-seperti layaknya anak yang membutuhkan komitmen jangka panjang. Maka merawat spirit doll akan lebih mudah karena secara umum relasinya bersifat searah dan lebih mudah diatur," kata Efnie.

Dan menurut Efnie, dengan adanya tren yang diciptakan oleh orang yang memiliki pengaruh besar pada publik, maka ini menciptakan konformitas tentunya. 
 

Kapan mengadopsi spirit doll menjadi tak wajar?


"Jika dikaitkan dengan aspek psikologis apakah ini masih wajar atau tidak. Jika sang pengadopsi masih mampu menjalani hidup dan berfungsi efektif maka hal ini masih wajar-wajar saja. Apalagi jika tidak sampai terbentuk halusinasi dan delusi (waham) maka hal ini masih berada di taraf yang aman," tegas Efnie.

"Namun jika sudah mulai sampai muncul halusinasi dan delusi (waham) sehingga sang pengadopsi sampai sulit membedakan hal tersebut dengan realita, maka hal ini perlu diwaspadai dan sebaiknya ditangani dengan segera," tutup Efnie.
(TIN)