FITNESS & HEALTH

Perawatan Kawat Gigi yang Bisa Dilakukan di Tengah Pandemi

Raka Lestari
Selasa 01 Desember 2020 / 08:05
Jakarta: Di tengah pandemi covid-19, perawatan gigi tetap harus dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang cukup ketat. Menurut WHO hampir 75% negara    anggota mengatakan layanan gigi telah terganggu seluruhnya atau sebagian selama pandemi. Oleh karena itu proteksi personal untuk dokter gigi dan perawat gigi sangat penting selama pandemi.

"Pada masa pandemi covid-19 banyak pasien pengguna kawat gigi (ortodonti) yang takut mengunjungi dokter gigi karena khawatir risiko penyebaran covid-19 dan dianggap perawatan non emergensi terkecuali kawat yang tajam dan timbul sariawan," ujar drg. M. Fahrul Rozi, Sp.Ort dalam Webinar Kalbe “Perawatan Kawat Gigi di Tengah Pandemi” pada Senin, 30 November 2020.

Akan tetapi, menurut drg. Fahrul, mengingat kondisi pandemi yang belum usai maka perawatan ortodonti saat ini dianggap perawatan yang emergensi. Sebab dikhawatirkan terjadi pergerakan gigi yang tidak terkontrol, sehingga dikhawatirkan akan timbul penyakit mulut.

"Untuk pasien-pasien yang memakai kawat gigi ada beberapa hal yang harus dilakukan di rumah seperti penyikatan gigi harus lebih bersih dari segi kualitas dan kuantitas harus lebih baik lagi dibandingkan sebelum ada pandemi," tuturnya.

Menyikat gigi dengan baik juga sangat penting untuk mencegah timbulnya karang gigi. Karang gigi ini terbentuk karena ada sisa-sisa makanan yang mengeras.

"Dan akhirnya karena tidak dibersihkan akan mengeras di sela-sela gigi yang menyebabkan gusi menjadi bengkak dan karena gusi yang bengkak itu, bisa menyebabkan gigi menjadi goyang," ujar drg. Fahrul.  

"Dan untuk pasien yang menggunakan kawat gigi, untuk mencegah karang gigi perlu menyikat gigi dengan baik. Pada pasien yang menggunakan kawat gigi ada sikat gigi khusus, sikat gigi yang memang bulunya sudah diatur sedemikian rupa agar bisa beradaptasi dengan baik untuk dipakai oleh pasien yang menggunakan kawat gigi," jelas drg. Fahrul.

Menurutnya, jika melakukan pembersihan gigi dengan baik, maka karang gigi pada pasien yang menggunakan kawat gigi bisa berkurang. Walaupun tetap ada, tetapi memang persentasenya minim dibandingkan mereka yang tidak melakukan sikat gigi dengan baik dari segi kualitas dan kuantita.

"Akan jauh lebih gampang menimbulkan karang gigi jika tidak melakukan sikat gigi dengan benar. Biasanya kalau untuk pasien yang tidak memakai kawat gigi bisa melakukan scaling 6 bulan sekali, tetapi kalau pasien yang mengggunakan kawat gigi sekitar 2 - 3 bulan sekali sudah harus dilakukan scaling," tutup drg. Fahrul.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangandan #cucitanganpakaisabun.
(FIR)