FITNESS & HEALTH

Hari Cuci Tangan Sedunia, Momentum Ciptakan Kebiasaan Hidup Bersih dan Sehat

Medcom
Kamis 15 Oktober 2020 / 19:48
Jakarta: Ada kebiasaan baru yang telah disosialisasikan dalam pandemi covid-19 ini selain memakai masker dan menjaga jarak, yaitu mencuci tangan.

Menandai Hari Cuci Tangan Sedunia pada 15 Oktober ini menjadi lebih penting dari sebelumnya, sebab hal tersebut merupakan bagian dari penerapan protokol kesehatan serta termasuk dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk memutus mata rantai covid-19.

Pemanfaatan momentum untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan harus terus dilakukan demi mencegah penyebaran covid-19 di masyarakat hingga lingkungan keluarga.

"Momentum peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia pada 15 Oktober ini diharapkan mampu menjadi momentum peningkatkan disiplin menjalankan protokol kesehatan di tengah masyarakat," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, Kamis, 15 Oktober 2020.

Mencuci tangan yang merupakan bagian dari protokol kesehatan, menurut Lestari, bisa didorong menjadi kebiasaan dalam keseharian masyarakat, lewat pemanfaatan momentum sejumlah kegiatan.

Apalagi, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, di sejumlah kota mulai terdeteksi ada peningkatan penyebaran covid-19 klaster keluarga.

Di Kota Bogor, Jawa Barat, menurut Wali Kota Bogor, Bima Arya, klaster penyebaran covid-19 terbanyak adalah klaster keluarga. Menurut Bima, di wilayahnya saat ini tercatat 277 keluarga yang terpapar covid-19. 

Pernyataan Bima itu disiarkan kanal YouTube Kementerian Kesehatan, Kamis, 15 Oktober 2020, dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia.

Selain itu, jelas Rerie, tren peningkatan klaster keluarga di Kota Tangerang dan Bekasi, juga sudah terlihat sejak pertengahan September lalu.

Terciptanya klaster penyebaran covid-19 di lingkungan keluarga, menurut Rerie, disebabkan ketidakdisiplinan anggota keluarga dalam penerapan protokol kesehatan.

Legislator Partai NasDem itu menegaskan, kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Menurut dia, seharusnya lingkungan keluarga adalah tempat penguatan disiplin menjalankan protokol kesehatan hingga menjadi kebiasaan dalam kegiatan sehari-hari.

Melihat kenyataan tersebut, Rerie mengajak, para pemangku kepentingan dalam pengendalian penyebaran covid-19 di setiap daerah segera melakukan upaya edukasi yang masif hingga lingkungan keluarga.

Bagaimana kebiasaan hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan dengan benar, menjaga jarak dan menggunakan masker, menurut Rerie, harus menjadi kebiasaan baru yang harus diterapkan di lingkungan keluarga.

Pemanfaatan secara maksimal sejumlah komunitas dan jajaran birokrasi di daerah, jelas Rerie, harus dilakukan agar kesadaran dan pemahaman anggota keluarga terhadap pentingnya disiplin menjalankan protokol kesehatan segera terwujud.

Imbauan Rerie, sejalan dengan program Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran pandemi virus korona lewat disiplin protokol kesehatan. Disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan atau 3M menjadi kunci memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangandan #cucitanganpakaisabun.
(TIN)