FITNESS & HEALTH

Pentingnya Membaca Label Gizi Pangan Olahan bagi Pasien Diabetes

Raka Lestari
Rabu 11 November 2020 / 11:47
Jakarta: Salah satu cara agar tidak memperburuk kondisi pasien diabetes adalah dengan melakukan perhatian pada pola makan. Pasien diabetes sebaiknya menghindari makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak (GGL).

Untuk menjaga asupan GGL pada pasien diabetes, penting sekali untuk membaca nilai gizi pada kemasan makanan. 

Kasubdit Standardidasi Pangan Olahan Tertentu, Direktorat Standardisasi Pangan Olahan BPOM, Yusra Egayanti, S.Si, Apt, MP mengatakan, “Kondisi kesehatan diabetesi yang memburuk juga bisa dikaitkan dengan gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi GGL (Gula, Garam, Lemak) berlebih."

"Di mana salah satunya karena kurang mencermati informasi nilai gizi pada label pangan olahan,” ujarnya dalam acara Webinar ‘Manajemen Diabetes selama Pandemi Covid-19’ pada Selasa, 10 November 2020. 

“Untuk menjaga kadar gula darah normal, diabetesi harus menerapkan pola hidup sehat di antaranya dengan membatasi konsumsi GGL, yaitu 50 gram gula per hari, 5 gram garam per hari, dan 67 gram lemak per hari,” ujar Ega. 


diabetes
(Gaya hidup pasien diabetes juga perlu memerhatikan kandungan atau informasi nilai gizi pada kemasan sebelum mengonsumsinya. Foto: Pexels.com)


Menurutnya, salah satu upaya membatasi asupan GGL, diabetesi harus mencermati informasi nilai gizi sebelum mengonsumsi pangan olahan agar dapat mengonsumsi produk sesuai kebutuhan nutrisi harian. Tentunya aktivitas fisik yang cukup, dan pengendalian stres juga perlu dilakukan.

Selain itu, pengaturan makan juga diperlukan bagi pasien diabetes. “Pengaturan makan untuk diabetes adalah sarapan lebih banyak dari makan siang, makan siang lebih banyak dari makan malam, dan makan malam lebih sedikit dari makan siang,” ujar dr. Dante S. Harbuwono, Sp.PD, Ph.D, KEMD, Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Penyakit Dalam FKUI/RSCM.

Menurut dr. Dante, hal ini karena sarapan adalah asupan yang akan digunakan oleh tubuh untuk melakukan kegiatan selama satu hari. 

“Sarapan akan digunakan kalorinya sebesar 60 – 70 persen untuk satu hari. Makan siang hanya sekitar 30 persen, sedangkan makan malam karena tidak terlalu banyak aktivitas maka hanya digunakan 10 persen untuk aktivitas,” jelasnya. 

“Untuk itu, kalau tidak mau menumpuk gula dalam tubuh sebaiknya makan malam dalam jumlah yang sedikit saja. Seberapa sedikit makan malam, tergantung dari berat badan, tergantung dari aktivitas, dan tergantung dari apakah ingin turun berat badan atau tidak,” tutup dr. Dante.
(TIN)