FITNESS & HEALTH

Apakah Penggunaan Kipas Angin atau AC Bisa Menyebabkan Pneumonia pada Anak?

Raka Lestari
Sabtu 26 Februari 2022 / 18:11
Jakarta: Penggunaan kipas angin ataupun air conditioner (AC) yang berlebihan tentu bisa berdampak pada kesehatan. Bahkan banyak yang menyebutkan bahwa penggunaan kipas angin atau AC dapat menyebabkan seseorang mengalami penyakit pneumonia pada anak. Namun, apakah hal tersebut memang benar?

Menurut dr. Cynthia Centauri, Sp.A, seorang Dokter Spesialis Anak RSUI, efek secara langsung terhadap hal tersebut tidak ada. Efek yang terjadi merupakan efek tidak langsung, terutama untuk newborn. Penyebab pneumonia itu banyak, ada bakteri, virus, maupun jamur.  

"Pada dasarnya pola hidup sehat itu penting. Contohnya ventilasi itu sedapat mungkin terbuka, sehingga sirkulasi udara menjadi bagus. Dengan penggunaan AC di ruangan tertutup, di mana ventilasi tertutup dan juga pertukaran udara kurang baik ini bisa menjadi faktor risiko karena bisa menjadi penyebab kuman dapat berkembang biak," jelas dr. Cynthia.

Untuk mencegah terjadinya pneumonia, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melakukan vaksinasi pneumonia. Untuk vaksin pneumonia sendiri ada berbagai macam, karena kembali lagi ke penyebab dari pneumonia itu sendiri, apakah disebabkan oleh bakteri pneumokokus atau yang lainnya.

“Saat ini dari penyebab-penyebab pneumonia tersebut sudah ada vaksinya masing-masing, contoh pneumonia yang disebabkan oleh pneumokokus bisa dengan vaksin PCV, yang perlu diperhatikan vaksin-vaksin tersebut harus dilengkapi," ucap dr. Nina Dwi Putri, Sp.A(K), MSc.(TropPaed) yakni seorang Dokter Spesialis Anak RSUI.

"Vaksin sendiri tidak menjamin anak akan tidak terkena pneumonia. Namun pneumonia yang muncul nantinya tidak akan separah apabila tidak divaksin," tambah dr. Nina.

Pada dasarnya pneumonia ini memiliki derajat. Ada yang derajatnya ringan ditandai dengan kondisi anak yang masih aktif, masih bisa makan dan minum, namun napas agak cepat dan demam ringan. Pada kondisi tersebut anak masih dapat dibawa rawat jalan ke dokter.

Derajat yang berat, ditandai dengan napas berat, anak sudah tidak dapat makan dan minum, lemas, apabila kondisi tersebut muncul, segera bawa ke IGD terdekat. 

“Hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua, apabila anak sudah mengalami kondisi nafas sudah tersengal-sengal, jangan diberikan makan atau minum, karena khawatir anak akan tersedak dan akan memperberat kondisi anak tersebut," tutup dr. Cynthia.
(FIR)