FITNESS & HEALTH

Ini Kata Sains Soal Satu Efek Utama Kopi Terhadap Usus

Mia Vale
Selasa 03 Mei 2022 / 12:00
Jakarta: Menjaga mikrobioma usus yang beragam berarti mempertahankan tingkat mikroba dan bakteri yang sehat di usus yang membantu saluran pencernaan di mana bisa mengurangi risiko terkena penyakit, meningkatkan sistem kekebalan, dan bahkan meningkatkan kesehatan kognitif dan mental.

Penelitian juga menunjukkan bahwa minum kopi dapat memberikan beberapa manfaat yang sama. Kopi telah terbukti menurunkan risiko penyakit dan meningkatkan kesehatan kognitif dan mental. Jadi bisakah keduanya terhubung? 

Melansir dari Eat This, Not That! penelitian baru mencoba menghubungkan kopi dan kesehatan usus, penelitian menunjukkan bahwa kandungan antioksidan dalam kopi dapat memodifikasi mikrobioma usus dengan cara yang positif. 

Satu studi di Nutrients mengevaluasi mikrobiota usus dari tiga kategori peminum kopi, konsumen non-kopi, konsumen moderat (3 hingga 45 mililiter sehari), dan konsumen kopi tinggi (45 hingga 500 mililiter sehari). 

Mereka menemukan bahwa kesehatan lingkungan usus dapat dikaitkan dengan polifenol yang ditemukan dalam kopi, sejenis antioksidan yang diketahui memiliki efek perlindungan terhadap penyakit kronis seperti obesitas, penyakit neurodegeneratif, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.


efek kopi pada usus
(Hubungan antara kandungan polifenol kopi dan keragaman mikrobiota usus yaitu membantu memberi makan bakteri baik yang sudah ada di usus. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Sebuah presentasi di Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-84 American College of Gastroenterology juga menunjukkan manfaat kopi pada mikrobioma usus dan menyimpulkan bahwa peserta yang minum dua atau lebih cangkir kopi sehari menunjukkan mikrobioma usus yang lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang minum lebih sedikit kopi. 

Sementara alasan di balik hubungan ini memerlukan penelitian lebih lanjut, buktinya menjanjikan mengenai hubungan antara kandungan polifenol kopi dan keragaman mikrobiota usus. Hubungan antara polifenol dan mikrobiota usus sudah diketahui dengan baik. 

Ulasan Nutrients lainnya menunjukkan bagaimana polifenol makanan dapat secara positif memengaruhi komposisi dan fungsi mikrobioma usus dengan melawan mikroflora usus patogen, juga dikenal sebagai jenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. 

Perlu diketahui, polifenol biasanya ditemukan dalam makanan sehat, seperti buah-buahan, sayuran, cokelat hitam, bahkan anggur merah dan telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan karena sifat antioksidan dan anti-inflamasinya. 

Polifenol juga biasanya ditemukan dalam makanan yang mengandung prebiotik, yang membantu memberi makan bakteri baik yang sudah ada di usus. Jadi, selain menaburkan beberapa blueberry pada oatmeal (keduanya bermanfaat untuk kesehatan usus), menyeruput secangkir kopi di pagi hari juga dapat memastikan usus yang lebih sehat untuk waktu yang lama.

(TIN)