FITNESS & HEALTH

5 Makanan dan Minuman yang Dapat Memicu Radang Sendi

Yuni Yuli Yanti
Jumat 24 Juni 2022 / 09:00
Jakarta: Radang sendi atau Arthritis adalah peradangan di dalam dan sekitar persendian tubuh, tulang atau bagian tubuh lainnya tergantung pada jenisnya. Namun, yang paling umum dirasakan yaitu di bagian pinggul atau lutut. Peradangan pada sendi ini menyebabkan sendi menjadi bengkak, kaku, dan nyeri, atau bahkan sulit digerakkan.

Penyakit radang sendi terbagi ke dalam beberapa jenis. Namun, jenis radang sendi yang paling sering terjadi adalah osteoarthritis (OA), rheumatoid arthritis (RA) dan psoriatic arthritis di mana kondisi peradangan ini dianggap sebagai penyakit autoimun. Sementara, asam urat adalah jenis radang sendi umum lainnya.

Mengutip dari Healthline, sebuah penelitian menunjukkan bahwa menghindari beberapa makanan dan minuman tertentu dapat mengurangi keparahan gejala pada orang dengan radang sendi dan osteoarthritis, serta meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

Berikut ini lima makanan dan minuman yang dianggap dapat memicu radang sendi, di antaranya:
 

1. Gula tambahan 

Penderita radang sendi wajib membatasi asupan gula tambahan. Mulai dari permen, soda, es krim, termasuk makanan yang tidak terlalu mencolok seperti saus barbekyu.

Sebuah penelitian pada 217 orang dengan rheumatoid arthritis mencatat bahwa di antara 20 makanan, soda manis dan makanan penutup adalah yang paling sering dilaporkan memperburuk gejala RA. Terlebih lagi, minuman manis seperti soda dapat secara signifikan meningkatkan risiko radang sendi. 
 

2. Daging olahan dan daging merah

Beberapa penelitian menghubungkan daging merah dan daging olahan dengan peradangan, yang dapat meningkatkan gejala radang sendi. Misalnya, diet yang mengandung banyak daging olahan dan daging merah menunjukkan penanda inflamasi tingkat tinggi seperti interleukin-6 (IL-6), protein C-reaktif (CRP), dan homosistein (5,6).

Penelitian pada 217 orang dengan RA yang disebutkan di atas juga menemukan bahwa daging merah umumnya memperburuk gejala RA. Selain itu, sebuah penelitian pada 25 ribu orang menentukan bahwa asupan daging merah yang tinggi dapat menjadi faktor risiko radang sendi. Sebaliknya, pola makan nabati yang mengecualikan daging merah justru terbukti memperbaiki gejala radang sendi.


(Minuman manis seperti soda dapat secara signifikan meningkatkan risiko radang sendi. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

 

3. Makanan yang mengandung gluten

Gluten adalah sekelompok protein dalam gandum, barley, rye, dan triticale (persilangan antara gandum dan rye). Beberapa penelitian mengaitkannya dengan peningkatan peradangan dan menunjukkan bahwa bebas gluten dapat meredakan gejala radang sendi. 
 

4. Minyak nabati tertentu

Mengurangi asupan lemak omega-6 dan rendah lemak omega-3 justru dapat memperburuk gejala osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Pasalnya, lemak ini diperlukan untuk kesehatan. Namun, rasio omega-6 dan omega-3 yang tidak seimbang pada sebagian orang dapat meningkatkan peradangan.

Jika kamu mengurangi asupan minyak sayur, pastikan kamu juga meningkatkan asupan makanan kaya omega-3 seperti ikan berlemak sehingga dapat memperbaiki gejala radang sendi.


(Penelitian menunjukkan daging merah umumnya dapat memperburuk gejala RA. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
 

5. Makanan tinggi garam

Sebuah penelitian pada 18 ribu orang mengaitkan asupan natrium yang tinggi dengan peningkatan risiko RA. Artinya, penelitian menunjukkan bahwa garam dapat memicu gejala peradangan sendi. Untuk itu, mengurangi asupan garam merupakan pilihan yang baik untuk penderita radang sendi. Makanan dengan kadar garamyang tinggi termasuk udang, sup kalengan, pizza, keju tertentu, daging olahan, dan banyak makanan olahan lainnya.
(yyy)