FITNESS & HEALTH

Ini Fakta Seputar Fasilitas Kesehatan Mental di Indonesia

Patrick Pinaria
Minggu 10 Oktober 2021 / 18:12
Jakarta: Hari ini, 10 Oktober 2021, menjadi salah satu momen penting bagi masyarakat di dunia.  Seluruh negara dunia merayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia atau World Mental Health Day.

Pentingnya momen Hari Kesehatan Mental Sedunia ini diungkapkan psikolog klinis lulusan Universitas Gadjah Mada, Zahrah Nabila, M.Psi. Ia menilai Hari Kesehatan Mental Sedunia merupakan momentum untuk meningkatkan kesetaraan akan akses kesehatan jiwa di Indonesia.

"Keseteraan akses kesehatan jiwa saat ini di Indonesia rasanya belum cukup imbang. Saat pakai kacamata di kota-kota besar, ya sudah meluas, siapapun bisa mengakses. Dari layanan umum masyarakat terdekat (puskesmas), rumah sakit, sampai lembaga swasta," kata Zahrah dikutip dari Antara, Minggu, 10 Oktober 2021.

1. Akses fasilitas tak merata

Menurut Zahrah, ketidaksetaraan akses kesehatan jiwa dirasakan di kota-kota kecil. Ia menilai akses ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan layanan psikologi masih jauh dari pemukiman penduduk.

"Layanan psikologi di puskesmas juga belum merata sepenuhnya di provinsi Indonesia," lanjutnya.

2. Teknologi permudah akses, tapi...

Akses untuk mendapatkan layanan berkonsultasi dengan psikologi sebetulnya sudah dipermudah. Mengingat, sudah banyaknya layanan konsultasi online yang tersedia.

Namun, menurut Zahrah, kemudahan layanan online tidak bisa dirasakan masyarakat kota kecil karena keterbatasan sinyal.


(Ilustrasi/Pexels.com)

"Tapi lagi-lagi ada kendala bahwa tidak semuanya oke untuk mengakses sinyal dan smartphone yang memadai," kata wanita yang berpraktik di Amazing Point of Balance itu.

"Sisi lain, saat sudah ada layanan, bisa juga mengaksesnya, kadang ada kendala stigma atau rendahnya dukungan dari orang terdekat atau sekitar. Jadinya mereka mundur dulu untuk mengakses kesehatan mental yang ada," kata dia.

3. Penyebaran harus diratakan

Karena itu, Zahrah berharap layanan kesehatan mental semakin meluas dan membumi di seluruh pelosok Indonesia. Semakin banyaknya fasilitas membuat masyarakat dapat segera memulihkan keluhan-keluhan psikis, mental, beban emosional, atau stres berat yang terjadi.

"Pergi ke psikolog atau psikiater tidak melulu berarti memiliki masalah atau gangguan berat," kata dia.

Hari Kesehatan Mental Sedunia dirayakan pada 10 Oktober setiap tahunnya. Menurut Federasi Kesehatan Mental Dunia, tema untuk perayaan di tahun ini adalah "Kesehatan Mental di Dunia yang Tidak Setara".

Hari Kesehatan Mental Sedunia juga menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mereka menilai Hari Kesehatan Mental Sedunia ini sebagai langkah dan upaya berbagai pihak termasuk pemerintah dari seluruh dunia, untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan mental di semua tingkatan. 
(PAT)