FITNESS & HEALTH

5 Vaksin Terpenting dalam Sejarah

Sandra Odilifia
Selasa 01 Desember 2020 / 06:00
Jakarta: Vaksin telah ada sejak akhir abad ke-18, dan telah menyelamatkan banyak nyawa. Saat ini, WHO memperkirakan bahwa vaksin menyelamatkan sekitar 2 hingga 3 juta nyawa setiap tahunnya.

Bagi banyak ilmuwan di seluruh dunia, tahun 2020 adalah perlombaan untuk mengembangkan vaksin virus korona. Merancang dan menguji vaksin adalah proses yang lambat, tetapi begitu vaksin tersedia, ini dapat memperlambat penyebaran virus dan penyakit.

Secara historis, ada beberapa vaksin yang sangat penting dan berhasil dikembangkan dengan baik. Melansir Insider, berikut daftar vaksin terpenting dalam sejarah:
 

1. Vaksin cacar


Vaksin cacar adalah vaksin pertama yang berhasil ditemukan dan menjadi transformasi dalam kesehatan manusia. Vaksin ini dikembangkan pada 1796 oleh Edward Jenner.

Sebelumnya, cacar merupakan salah satu wabah yang paling mematikan yang diketahui manusia. Virus ini menyebabkan gejala mirip flu diikuti dengan lepuh berisi nanah di tubuh. Secara historis, cacar telah membunuh tiga dari setiap 10 orang yang tertular penyakit itu.

Meski demikian, cacar adalah satu-satunya penyakit yang pernah diberantas di seluruh dunia. Artinya, saat ini tidak ada orang yang menerima vaksin cacar lagi karena sudah tak diperlukan.
 

2. Vaksin polio


Polio adalah penyakit menular yang melumpuhkan dan berpotensi mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh virus polio. Virus tersebut menyebar dari orang ke orang dan dapat menyerang otak serta sumsum tulang belakang orang yang terinfeksi.

Polio dieliminasi di Amerika Serikat dengan vaksinasi, dan terus menggunakan vaksin polio telah membuat AS bebas polio. Tapi, polio masih menjadi ancaman di beberapa negara lain. Memastikan bayi dan anak-anak telah divaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah polio kembali. Jadi, pastikan bayi kamu terlindungi dengan vaksin polio.
 

3. Vaksin MMR


CDC merekomendasikan agar orang mendapatkan vaksin MMR untuk melindungi tubuh dari campak, gondongan, dan rubella. Saat ini, anak-anak harus mendapatkan dua dosis vaksin MMR, dimulai dengan dosis pertama pada usia 12 hingga 15 bulan, dan dosis kedua pada usia 4 hingga 6 tahun.

Vaksin ini sangat efektif melawan campak, yaitu virus pernapasan yang sangat menular. Campak dapat menyebabkan pneumonia, ensefalitis (pembengkakan otak), dan dalam beberapa kasus kematian.

"Ini sangat menular sehingga jika satu orang mengidapnya, maka 90 persen orang di sekitarnya juga akan terinfeksi jika mereka tidak dilindungi," kata CDC.

Vaksin campak mulai tersedia pada 1963. Sebelum vaksin tersedia, 3 sampai 4 juta orang terkena campak setiap tahun. Kemudian pada 2000, berkat imunisasi yang tersedia secara luas dan efektif, campak dinyatakan diberantas di Amerika Serikat.
 

4. Vaksin Tdap


Vaksin Tdap melindungi orang dari tiga penyakit yakni tetanus, difteri, dan pertusis. Ketiga penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri dan berpotensi mematikan.

Sebelum adanya vaksinasi pertusis, sekitar 200.000 anak-anak AS menjadi sakit setiap tahun, dan sekitar 9.000 anak meninggal akibat penyakit tersebut. Sekarang, menurut CDC, hanya ada sekitar 10.000 hingga 40.000 kasus setiap tahun dan sangat sedikit kematian.
 

5. Vaksin HPV


Human papillomavirus atau HPV adalah infeksi menular seksual yang paling umum di AS, dengan 14 juta orang Amerika tertular HPV setiap tahun. Vaksin HPV pertama kali tersedia pada 2006.

Ada banyak jenis virus yang termasuk ke dalamnya. Beberapa di antaranya terkait dengan kanker, seperti kanker serviks, kanker penis, dan kanker bagian belakang tenggorokan.

Menurut sebuah studi pada 2018 dari American Journal of Preventive Medicine, vaksinasi telah menyebabkan penurunan 29 persen kasus kanker serviks.

"Vaksin ini adalah salah satu hal terdekat yang kita miliki untuk menyembuhkan kanker," kata Kirsten Hokeness, PhD, profesor dan ketua departemen sains dan teknologi di Bryant University.
 
(FIR)