FITNESS & HEALTH

Selain Vaksin, Imunitas Tubuh Juga Menjadi Kunci agar tak Tertular Covid-19

Raka Lestari
Kamis 29 April 2021 / 13:28
Jakarta: Saat ini, masih banyak orang yang menganggap bahwa vaksinasi covid-19 merupakan jaminan untuk tidak terkena covid-19. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Seseorang yang sudah divaksinasi masih tetap bisa terinfeksi covid-19.

"Pasca program vaksinasi di Indonesia, penyebaran covid-19 masih belum turun signifikan. Masalah covid-19 di Indonesia masih belum dapat diatasi sesuai harapan," kata Dokter Spesialis Paru, Dr.dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K), dalam acara Virtual Talkshow Kesehatan: Pentingnya Menjaga Imunitas Tubuh Meski Sudah Divaksinasi.

Masyarakat harus diingatkan menjalankan 5M dan juga menjaga imunitas tubuh adalah sesuatu yang penting, agar pencegahan bisa benar-benar dilaksanakan. Kita sudah sangat menderita, karena pandemi tidak kunjung selesai.

Menurut dr. Erlina, sebenarnya Indonesia bisa belajar dari India, yang baru-baru ini mengalami Tsunami Covid-19, hingga jumlah kasus yang terinfeksi mencapai 200 ribu per harinya. Bahkan, angka kematian akibat covid-19 juga meningkat.

“Ini terjadi karena masyarakat abai dengan protokol kesehatan dan karena mereka merasa sudah divaksin. Belajar dari India, maka vaksin bukan segala-galanya. Kalau sudah divaksin, jangan euforia dan abai dengan prokes,” jelas dr. Erlina.

Senada dengan dr. Erlina, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Alergi Immunologi, Dr. dr. Gatot Soegiarto, Sp.PD-KAI, FINASIM juga menegaskan, tidak ada perlindungan yang sifatnya 100 persen dari vaksin.

Dalam kondisi sekarang, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mensyaratkan memberikan perlindungan 50 persen saja melalui vaksin sudah bisa dilakukan. Perlindungan 50 persen artinya, kalau dibandingkan orang yang tidak divaksin, orang yang divaksin risiko tertularnya 50 persen lebih rendah. BPOM sendiri telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization pada vaksin Sinovac dengan efikasi 65,3 persen.

Artinya, risiko tertularnya 65,3 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak divaksin. Tentu saja vaksin yang digunakan telah melewati serangakaian uji klinis, fase 1 sampai fase 3, sehingga aman digunakan.

Angka ini juga berarti orang yang divaksin pun masih tetap ada kemungkinan terinfeksi covid-19. Namun kemungkinan lebih kecil ketimbang mereka yang tidak divaksin. Termasuk yang sudah pernah terinfeksi pun masih bisa terkena.
(FIR)