FITNESS & HEALTH

Apakah Pembangkakan Kelenjar Getah Bening Termasuk Gejala Covid-19?

Raka Lestari
Senin 12 Oktober 2020 / 13:52
Jakarta: Pembengkakan kelenjar getah bening sangat umum terjadi ketika kamu mengalami infeksi. Itulah mengapa beberapa orang berpikir bahwa covid-19, infeksi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 juga dapat menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Menurut National Cancer Institute (NCI) Amerika Serikat, kelenjar getah bening merupakan struktur kecil berbentuk kacang yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. 

Dan tubuh kita memiliki ratusan kelenjar getah bening yang dapat ditemukan di seluruh tubuh, termasuk yang ada di leher, ketiak, dada, perut, dan selangkangan.

NCI menjelaskan bahwa kelenjar getah bening terhubung satu sama lain, serta menyaring zat yang mengalir melalui cairan limfatik kamu. Sel darah putih, yang mengandung limfosit akan membantu tubuh kamu melawan infeksi dan penyakit.

“Saat tubuh kamu melawan infeksi, kamu mungkin mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. Secara teknis, hal tersebut disebut limfadenopati dan akan terjadi pembengkakan pada bagian yang terinfeksi,” kata Thomas Russo, MD, profesor dan kepala penyakit menular di University at Buffalo. 

"Jika kamu mengalami infeksi saluran pernapasan, misalnya, kamu bisa mengalami pembengkakan kelenjar di kepala dan leher," kata Dr Russo.



(Tubuh kita memiliki ratusan kelenjar getah bening. Termasuk di leher, ketiak, dada, perut, dan selangkangan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Lalu, apakah covid-19 dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening? 



Dilansir dari Health, ada sejumlah kecil penelitian yang menunjukkan bahwa covid-19 dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening pada beberapa pasien yang terinfeksi covid-19. 

Akan tetapi, tidak pada mereka yang memiliki gejala ringan. Atau pada mereka yang mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, umumnya terkait dengan penyakit pernapasan lainnya.

“Pembengkakan kelenjar getah bening tersebut bukanlah sesuatu yang kamu atau dokter kamu akan rasakan selama pemeriksaan fisik,” kata Raymond Casciari, MD, seorang ahli paru di St. Joseph Hospital, California. Akan tetapi, setiap kelainan apapun biasanya akan terdeteksi dalam pemeriksaan CT scan.

Untuk itu, secara teknis para ahli menyebutkan bahwa covid-19 dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Penting untuk mencatat bahwa pembengkakan kelenjar getah bening dapat disebabkan oleh berbagai hal.

Pembengkakan kelenjar getah bening tidak terbatas pada infeksi pilek dan flu, tetapi juga mononukleosis, penyakit menular seksual, infeksi kulit, rheumatoid arthritis, dan bahkan jenis kanker tertentu. 

“Secara keseluruhan, jika terjadi pembengkakan kelenjar getah bening terutama yang telah menetap dalam waktu beberapa lama maka perlu dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui apa yang terjadi,” tutup Dr Russo.
(TIN)