FITNESS & HEALTH

6 Perawatan untuk Bintik Jerawat di Wajah Kamu

Kumara Anggita
Selasa 13 Oktober 2020 / 09:58
Jakarta: Bintik jerawat adalah salah satu masalah kulit yang ditakuti oleh banyak orang. Ini karena keberadaannya bisa mengubah penampilan dan akhirnya menyerap kepercayaan diri kamu.

Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan perawatan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang direkomendasikan oleh Medicalnewstoday, berikut ini tipsnya:
 

1. Benzoil peroksida


Ini membantu membunuh Propionibacterium acnes, spesies bakteri yang terkait dengan jerawat. Benzoil peroksida tersedia dalam krim yang dijual bebas dan produk lain, tetapi dokter mungkin meresepkan versi yang lebih kuat.

Suatu produk mungkin mengandung 2,5 – 10 persen benzoyl peroxide. Orang dengan kulit sensitif harus memulai dengan konsentrasi yang lebih rendah atau menggunakan produk pembersih untuk menghindari iritasi dan kekeringan.

Orang dengan jerawat ringan, sedang, atau parah yang menggunakan benzoyl peroxide secara terus menerus mungkin akan merasakan perbaikan setelah lima hari. Dokter mungkin merekomendasikan kamu untuk menggunakannya dalam kombinasi dengan perawatan jerawat topikal lainnya, seperti retinoid, untuk meningkatkan dampaknya.
 

2. Asam salisilat


Asam salisilat ini mengelupas, menghilangkan sel-sel mati dan menghaluskan permukaan kulit. Asam salisilat juga dapat membantu mengobati gejala ringan hingga sedang.

Dalam sebuah studi tahun 2018, para peneliti menemukan bahwa produk asam salisilat 2 persen sama efektifnya dalam mengurangi jerawat seperti perawatan benzoil peroksida dan adapalen yang lebih tradisional selama 28 hari. Namun, karena ini adalah studi percontohan, peneliti perlu melakukan uji coba yang lebih besar untuk memverifikasi hasil.

Keuntungan utama asam salisilat adalah orang-orang biasanya dapat mentolerirnya dengan baik, meskipun mereka memiliki kulit sensitif.
 

3. Retinoid


Retinoid adalah sekelompok zat yang berasal dari vitamin A. Untuk jerawat, retinoid bekerja dengan mengurangi peradangan dan mencegah pembentukan jerawat.

Meskipun sejumlah penelitian berkualitas tinggi menemukan bahwa retinoid efektif melawan semua jenis jerawat, perlu diingat bahwa retinoid dapat menyebabkan efek samping, seperti kulit kering, mengelupas, dan iritasi. Dalam hal ini, mengurangi kekuatan dan frekuensi aplikasi dapat membantu mengurangi masalah.

Penting pula untuk dicatat bahwa retinoid dan bentuk vitamin A lainnya dapat menyebabkan kelainan pada kelahiran. Siapa pun yang sedang hamil atau sedang mencoba untuk memiliki bayi harus berbicara dengan dokter sebelum menggunakan produk reintoid.

 

4. Asam azelaic



Asam azelaic bersifat antibakteri dan antiinflamasi ringan, dan dapat membantu mengobati jerawat. Namun, dokter tidak begitu yakin bagaimana efeknya. Akibatnya, mereka mungkin hanya merekomendasikannya sebagai perawatan tambahan. Asam ini tersedia dalam konsentrasi hingga 20 persen. Ini juga dapat meringankan noda gelap yang ditinggalkan oleh jerawat saat penyembuhan.
 

5. Antibiotik topikal



Dokter meresepkan obat ini untuk jerawat ringan, sedang, atau parah, dan obat ini bekerja dengan cara membunuh bakteri dan mengurangi peradangan. Biasanya, dokter meresepkan antibiotik topikal yang dikombinasikan dengan perawatan lain, mengurangi kemungkinan bakteri menjadi kebal terhadap obat.
 

6. Penghapusan komedo



Penghapusan komedo, atau ekstraksi, pelru melibatkan dokter kulit. Ada bukti terbatas tentang keefektifannya, tetapi beberapa peneliti percaya bahwa ini dapat membantu mengatasi jerawat yang tidak merespons perawatan lain. 

Jangan mencoba menghilangkan komedo di rumah, karena dapat menyebabkan jaringan parut dan infeksi. Bisa juga jaringan parut sulit hilang meninggalkan bekas bopeng di wajah. Konsultasikan terlebih dahulu ke dokter kulit untuk mengaplikasikan yang paling cocok untuk kamu di rumah.
(TIN)