FITNESS & HEALTH

Sembuh dari Covid-19 Akankah Kebal dari Virus Korona?

Raka Lestari
Kamis 15 Oktober 2020 / 17:33
Jakarta: Banyak orang yang mungkin bertanya-tanya apakah ketika seseorang sembuh dari covid-19 lalu akan memiliki kekebalan dari virus korona baru atau SARS-CoV-2? Menurut para ahli, sampai saat ini masih belum ada jawaban yang pasti. 

Meskipun memang banyak orang yang berasumsi bahwa setelah seseorang terinfeksi covid-19 dan sembuh maka berpotensi mendapatkan kekebalan.

“Memiliki kekebalan artinya adalah tubuhmu telah mengembangkan respons kekebalan terhadap virus sehingga kamu dapat menolaknya,” jelas Eric Vivier, profesor imunologi di sistem rumah sakit umum di Marseilles. 

“Sistem kekebalan tubuh kita dapat mengingat, yang biasanya dapat mencegah kita untuk terinfeksi dari virus yang sama di kemudian hari.”

Untuk beberapa penyakit yang disebabkan virus seperti campak, dengan sembuh dari penyakit itu dapat memberikan kekebalan seumur hidup. 

"Akan tetapi untuk virus berbasis RNA seperti SARS-CoV-2 mungkin butuh sekitar tiga minggu untuk membangun jumlah antibodi yang cukup dan itu bahkan hanya memberikan perlindungan selama beberapa bulan saja," kata Vivier kepada AFP. 


corona
(Virus korona baru ini masih sangat berubah-ubah, bahkan ahli virologi dan ahli epidemiologi belum begitu yakin dapat memberikan kekebalan hingga berapa lama pada seseorang. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Namun pada kenyataannya, virus korona baru ini masih sangat berubah-ubah bahkan ahli virologi dan ahli epidemiologi tidak begitu yakin. 

“Kami masih belum memiliki jawaban untuk itu dan masih belum diketahui,” kata Michael Ryan, direktur eksekutif dari World Health Organisation's Emergencies Programme.

“Kami berharap itu bisa menjadi periode yang bisa dijadikan sebagai perlindungan terhadap virus meski hanya beberapa bulan, tetapi karena virus ini masih sangat baru sehingga kami masih sulit memastikannya. Kami hanya bisa mengekstrapolasi dari virus korona lain dan datanyapun masih sangat terbatas,” ujar Ryan.

“Untuk SARS yang menewaskan sekitar 800 orang di seluruh dunia pada 2002 dan 2003, pasien yang pulih tetap terlindungi selama sekitar tiga tahun, rata-rata," kata Francois Balloux direktur dari Genetics Institute di University College London.

Dilansir dari Straits Times, sebuah studi terbaru dari Tiongkok melaporkan pada rhesus monyet yang pulih dari covid-19 hasilnya adalah tidak terinfeksi kembali ketika terpapar virus sekali lagi. 

"Tapi itu tidak benar-benar mengungkapkan apa-apa," kata peneliti Institut Pasteur Frederic Tangy, yang mencatat bahwa percobaan tersebut berlangsung hanya dalam sebulan.
(TIN)