FITNESS & HEALTH

Cokelat Hitam, Si Lezat Penakluk Bad Mood

Yatin Suleha
Kamis 01 April 2021 / 16:31
Jakarta: Rasanya sulit membenci makanan yang satu ini. Cokelat menjadi pelipur semua usia, dan ia tak pernah membosankan baik menjadi cair sebagai minuman maupun menjadi aneka potongan cokelat. 

Bicara soal cokelat terdapat dokumentasi paling awal tentang cokelat ditemukan pada penggunaannya di sebuah situs pengolahan cokelat di Puerto Escondido, Honduras sekitar 1100-1400 tahun SM. Saat itu pun kakao yang merupakan sumber cokelat sudah dinikmati menjadi aneka kuliner sampai berpadu dalam alkohol. 

Tapi lebih jauh lagi kita patut bersyukur pada suku Maya kuno di Rio Azul, karena jauh sebelumnya residu cokelat ditemukan pada tembikar yang digunakan oleh mereka di daerah Guatemala Utara. Ini menunjukkan bahwa Suku Maya meminum cokelat di sekitar tahun 400 SM. 

Mengonsumsi cokelat terutama cokelat hitam disebutkan dalam berbagai literatur dapat meredakan stres, menenangkan rasa cemas, dan memperbaiki mood, selain itu dapat mengurangi produksi hormon stres. Jadi, memakan cokelat juga dipercaya mampu untuk menghilangkan rasa penat yang ada di pikiran. Asalkan tidak dikonsumsi secara berlebihan ya.

Di pandemi ini berbagai jurnal mengantisipasi meningkatnya burn out atau tingkat stres. Dan dalam menghadapai hal tersebut berbagai kuliner juga berlomba untuk meningkatkan kualitasnya termasuk higienitas produknya. 

Kenapa sih hal ini penting? Menurut Sri Utami, Marketing Manager PT Gandum Mas Kencana (GMK) selaku produsen Cokelat Colatta mengatakan bahwa masyarakat kini semakin peduli dengan kesehatan termasuk kehigienisan suatu produk. 

“Proses dan kemasan produk sebaiknya dapat memberikan jaminan kualitas dan kebersihan produk, apalagi di era pandemi seperti saat ini masyarakat perlu merasa lebih aman dan nyaman dengan apa yang akan dikonsumsi pribadi maupun keluarganya," ungkap Sri.


cokelat
(Cokelat hitam juga diperkaya theobromine (zat antiradang yang hanya terdapat pada tanaman kakao), zinc, kafein, lemak, sejumlah vitamin, yaitu vitamin A, vitamin B, vitamin E. Foto: Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)


Contohnya salah satu produk dari Cokelat Colatta yang memiliki fungsi sekali pakai dan memiliki double packaging (inner dan outer) adalah Colatta Compound 250 gram. 

“Fungsi sekali pakai (langsung habis) memberikan kepraktisan, tidak perlu di-repack dan otomatis memberikan jaminan kebersihan produk dan tidak terkontaminasi saat penyimpanan,” papar Sri Utami yang akrab disapa Uut ini.

Cokelat compound merupakan cokelat yang paling banyak diminati dan digunakan di pasar Indonesia. Salah satunya dikarenakan suhu di Indonesia yang termasuk ke dalam iklim tropis, sehingga cokelat jenis compound lebih tahan dalam suhu ruang dan mudah diaplikasikan.

Selain itu untuk biaya produksi, cokelat compound sangat terjangkau dan dianggap paling aman karena tidak butuh penanganan khusus untuk menggunakannya. 

Cukup dilelehkan dengan teknik tim/au bain marrie, cokelat lalu siap diolah menjadi sajian lezat. Jadi kamu bisa mengkreasikan varian cokelat hitam atau dark chocolate sebagai bahan pembuat makanan penutup/dessert dianggap sebagai cokelat yang multiaplikasi karena cocok dipadankan dengan hampir semua bahan makanan dengan rasa yang autentik.

"Dark chocolate rasanya intens dan tahan lama di lidah karena kandungan cokelat yang sangat terasa. Tentunya dark chocolate yang berkualitas akan menentukan rasa dari hasil akhir produk tersebut,” papar Uut.

Colatta Dark Compond (CDC) mudah digunakan pada berbagai aplikasi tanpa proses tempering seperti kue, aplikasi cetak, lapis dan isian pada berbagai produk makanan, serta dapat dipanaskan berulang kali dengan hasil akhir tetap mengilap. 

CDC dengan rasa cokelat yang pekat memiliki citarasa cokelat yang pahit dengan intensitas kuat. Penggunaannya juga sangat mudah, selain bisa langsung digunakan, proses pelumeran cokelat Dark Compound ini ideal di suhu 40-44?C dan suhu cetak di 33?C. 

Seluruh produk Colatta Dark Compound yang tersedia dalam bentuk blok, chip, dan button ini sudah bersertifikat halal, tersertifikasi ISO 9001, ISO 22000, dan HACPP. Jadi, kapan kamu mau menikmatinya di sela waktu me time kamu?
(TIN)