FITNESS & HEALTH

12 Tanda Diabetes yang Bisa Dilihat dari Kulit

Kumara Anggita
Selasa 04 Mei 2021 / 12:37
Jakarta: Diabetes adalah salah satu penyakit yang bisa berdampak ke banyak bagian tubuhmu termasuk kulit. Karena itu, beberapa perubahan yang muncul pada kulit bisa menandakan bahwa kamu sebenarnya sedang mengidap diabetes.

Mengutip dari American Academy of Dermatology Association, ada 12 tanda yang bisa kamu perhatikan, antara lain:
 

1. Bercak kuning, kemerahan, atau cokelat pada kulit


Kondisi kulit ini sering dimulai sebagai benjolan padat kecil yang terlihat seperti jerawat. Saat berkembang, benjolan ini berubah menjadi bercak kulit yang bengkak dan keras. Bercak bisa berwarna kuning, kemerahan, atau cokelat. Nama medis untuk kondisi ini adalah necrobiosis lipoidica.
 

2. Area kulit yang lebih gelap yang teksturnya seperti beludru


Bercak gelap (atau pita) dari kulit bagian belakang leher, ketiak, selangkangan, atau di tempat lain dapat berarti bahwa kamu memiliki terlalu banyak insulin dalam darah. Kondisi ini seringkali merupakan tanda prediabetes. Nama medis untuk kondisi kulit ini adalah acanthosis nigricans.
 

3. Kulit yang keras dan menebal


Ketika ini berkembang di jari tangan, kaki, atau keduanya, nama medis untuk kondisi ini adalah sklerosis digital.

Di tangan, kamu akan melihat kulit yang kencang dan lembut. Jari-jari menjadi kaku dan sulit digerakkan. Jika diabetes tidak terkontrol dengan baik selama bertahun-tahun, kamu akan merasa seperti ada kerikil di ujung jarimu.

Kulit yang keras, tebal, dan tampak bengkak dapat menyebar, muncul di lengan bawah dan lengan atas. Itu juga bisa berkembang di punggung atas, bahu, dan leher. Terkadang, penebalan kulit menyebar ke wajah, bahu, dan dada.
 

4. Luka melepuh


Lepuh cenderung terbentuk di tangan, kaki, atau lengan bawah dan terlihat seperti melepuh yang muncul setelah luka bakar serius. Berbeda dengan lepuh yang timbul setelah luka bakar, melepuh ini tidak terasa nyeri.
 

5. Infeksi kulit


Orang yang menderita diabetes cenderung mengalami infeksi kulit. Lihatlah apakah ini sering terjadi padamu.
 

6. Luka terbuka


Memiliki gula darah (glukosa) yang tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan sirkulasi yang buruk dan kerusakan saraf. Kamu mungkin telah mengembangkan ini jika kamu pernah menderita diabetes yang tidak terkontrol untuk waktu yang lama.

Sirkulasi yang buruk dan kerusakan saraf dapat membuat tubuhmu sulit menyembuhkan luka. Hal ini terutama berlaku di kaki. Luka terbuka ini disebut ulkus kaki diabetik.
 

7. Shin spot


Bintik-bintik ini seringkali berwarna cokelat dan tidak menimbulkan gejala. Karena alasan ini, banyak orang salah mengartikannya sebagai bintik penuaan.

Tidak seperti bintik-bintik penuaan, bintik dan garis ini biasanya mulai memudar setelah 18 hingga 24 bulan. Shin spot atau nama medisnya dermopati diabetes juga bisa bertahan di kulit tanpa batas waktu.
 

8. Benjolan kecil berwarna kuning kemerahan


Ketika benjolan ini muncul, seringkali terlihat seperti jerawat. Kamu biasanya akan menemukan benjolan ini di bokong, paha, lekukan siku, atau punggung lutut. Nama medisnya adalah eruptive-xanthomatosis.
 

9. Benjolan menonjol atau berwarna merah di kulit


Beberapa penelitian menemukan kondisi kulit ini pada pasien diabetes. Salah satu penelitian menemukan bahwa penderita diabetes paling mungkin mengalami granuloma annulare di area kulit yang luas dan benjolan itu bolak-balik datang.
 

10. Kulit kering dan gatal


Jika kamu menderita diabetes, kamu cenderung memiliki kulit kering. Jika kamu mengalami infeksi kulit atau sirkulasi yang buruk, ini juga dapat menyebabkan kulit kering dan gatal.
 

11. Bercak bersisik kekuningan di sekitar kelopak mata


Kondisi berkembang ketika kamu memiliki kadar lemak tinggi dalam darah. Ini juga bisa menjadi tanda bahwa diabetes kamu tidak terkontrol dengan baik. Nama medis untuk kondisi ini adalah xanthelasma.
 

12. Daging tumbuh


Banyak orang memiliki daging tumbuh yang menggantung di kulitnya. Meskipun tidak berbahaya, memiliki banyak daging tumbuh bisa menjadi tanda bahwa kamu memiliki terlalu banyak insulin dalam darah atau diabetes tipe 2.
(FIR)