FITNESS & HEALTH

Meski Sudah Dilarang, Tetap Ada Masyarakat yang Masih Bepergian

Raka Lestari
Rabu 05 Mei 2021 / 14:21
Jakarta: Pemerintah sudah melakukan pelarangan terhadap kegiatan mudik pada saat lebaran. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi lonjakan kasus pasien positif covid-19.

Meskipun demikian, kemungkinan masih akan ada beberapa masyarakat yang melakukan kegiatan mudik atau bepergian pada saat lebaran nanti.

“Memang sudah dilakukan survei, bahwa meskipun sudah ada pelarangan tetap akan masih ada 7 persen masyarakat yang akan bepergian. Walaupun saat ini sudah turun menjadi 4 persen,” ujar dr. Siti Nadia Tarmidzi, M.Epid, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, dalam Keterangan Pers Update Whole Genome Sequencing yang dilakukan secara virtual pada Selasa, 4 Mei 2021.

Dimana tujuan terbanyak pemudik adalah Jawa Tengah sebesar 38,5 persen dengan tujuan Banyumas, Tegal, dan Kebumen. 

Kemudian peringkat kedua ada Jawa Barat sebesar 22 persen dengan tujuan Bandung, Kuningan, dan Cirebon. Dan peringkat ketiga adalah Jawa Timur sebesar 11,93 persen.

“Kita tahu bahwa mode transportasi yang paling banyak digunakan adalah mobil pribadi. Jadi perkiraan pemudik dari Jabodetabek plus Banten itu kurang lebih 3 juta yang akan ke arah Jawa dan Sumatra.  Tentunya kita tahu bahwa Polri sudah menyiapkan beberapa hal tentang bagaimana mengantisipasi arus mudik,” tambah dr. Nadia.

Misalnya adalah dengan mengecek titik-titik kepadatan, kemudian ada rekayasa lalu lintas, dan melakukan pemeriksaan surat keterangan izin masuk di penyekatan di beberapa tempat. “Jadi, inilah yang sudah dilakukan oleh teman-teman dari Polri,” jelas dr. Nadia.

“Kalau kita melihat lagi, teman-teman TNI juga sudah melakukan berbagai strategi, melakukan fungsi pembinaan yang dilakukan oleh Babinsa, Babinpotmar, dan Babinpotdirga juga untuk tetap melakukan protokol kesehatan termasuk juga memastikan tidak ada takbir keliling,” kata dr. Nadia. 

Selain itu, TNI juga akan menempatkan personilnya di titik-titik penyekatan, kemudian meningkatkan pengawasan di berbagai moda transportasi, serta pemeriksaan kendaraan. Termasuk juga pengetatan-pengetatan di lokasi wisata.

“Dan kami ingatkan lagi bahwa protokol kesehatan harus dijalankan. Walaupun izin operasional di wisata tersebut akan dilakukan,” tutup dr. Nadia.

(TIN)