FITNESS & HEALTH

Banyak Orang yang Melakukannya, Seberapa Ampuh Diet Detoks?

Raka Lestari
Rabu 05 Mei 2021 / 10:00
Jakarta: Di lingkungan sekitar kita sangat mungkin terdapat berbagai macam hal yang buruk bagi kesehatan. Mulai dari polusi, pencemaran, sampai bahan-bahan kimia yang bisa saja masuk ke dalam tubuh.

Itulah mengapa banyak orang mencoba untuk melakukan diet detoks untuk menghilangkan racun-racun serta radikal bebas dalam tubuh. Namun, menurut ahli sebagian besar diet detoks sebenarnya tidak benar-benar dapat melakukan apa yang mereka klaim.

Seperti yang dijelaskan ahli diet terdaftar Hanna Koschak, banyak orang dituntun untuk percaya bahwa ada ‘lumpur’ di dalam usus mereka yang berasal dari makanan cepat saji. “Dan mereka sekarang mencoba membuang racun agar merasa lebih baik. Padahal kenyataannya tidak selalu seperti itu," ujarnya.

"Diet detoks tidak benar-benar melakukan banyak hal untuk 'mendetoksifikasi' tubuh. Hati dan ginjal sudah melakukan fungsinya tersebut untuk memastikan bahwa tubuh kita tetap seimbang," kata Kian Ameli, CEO Momentum Fitness. 



(Menurut Ameli, satu-satunya waktu di mana tubuh benar-benar perlu didetoks adalah dalam kasus-kasus ekstrem keracunan atau keracunan logam berat. Tentunya detoksifikasi tersebut harus selalu dilakukan di rumah sakit dan di bawah pengawasan dokter. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


Amanda A. Kostro Miller, RD, LDN, anggota dewan penasehat untuk Smart Healthy Living, menjelaskan bahwa dalam kasus orang sehat, hati, kulit, ginjal, dan paru-paru sudah bekerja untuk membuang racun berbahaya di tubuh (yaitu racun, alkohol, kelebihan karbon dioksida). Bahkan usus juga memiliki banyak cara untuk membantu tubuh melawan zat berbahaya.

"Selama kamu menjaga organ-organ ini tetap sehat dan berfungsi dengan baik, tubuh akan dapat terus melakukan detoksifikasi untuk jangka panjang," lanjut Miller. Menurut Emmie Satrazemis, RD, CSSD, ahli gizi olahraga bersertifikat, diet detoks sebenarnya tidak terlalu diperlukan.

"Hati kita sudah dirancang untuk menjadi multitasker dan menghentikan satu fungsi tidak selalu mengoptimalkan fungsi lainnya. Seperti menghentikan detak jantung, tidak akan membantu kamu bernapas lebih efisien," katanya. 

Meskipun demikian, diet detoks dapat menjadi langkah yang sehat  jika kamu melakukannya dengan benar dan untuk alasan yang tepat.

(yyy)