FITNESS & HEALTH

Bolehkah Melakukan Vaksin ketika Anak Sedang Sakit?

Raka Lestari
Kamis 29 Oktober 2020 / 09:06
Jakarta: Pemberian vaksin pada anak-anak sangatlah penting. Hal ini secara tidak lansgung berkaitan juga dengan tumbuh kembang mereka.

Dengan memberikan vaksin, kemungkinan anak untuk terkena berbagai penyakit yang mungkin bisa berbahaya dapat berkurang. Akan tetapi, bagaimana jika anak sedang sakit? Apakah diperbolehkan melakukan vaksin?

“Vaksin itu secara umum memang harus diberikan pada orang yang sehat. Dan untuk vaksin pada anak-anak, kalau anak hanya pilek atau batuk ringan misalnya, karena udara dingin atau pilek yang tidak berat itu masih bisa dilakukan vaksin, tetapi memang harus dengan kehati-hatian,” jelas Prof. Dr. dr. Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, dalam Webinar Dialog Produktif: Mendalami Vaksin dan imunisasi.

Sebenarnya, seseorang yang sehat yang seperti apa, yang boleh melakukan vaksin? Menurut Prof. Cissy, yang dianjurkan adalah pada mereka yang sehat. Dalam artian yang masih bisa melakukan aktivitas normal seperti biasanya.

“Kalau dia mengalami demam dan demamnya masih sekitar 37 atau 37,5 derajat Celcius itu sebenarnya masih bisa dilakukan vaksin, tetapi kalau orang tua merasa khawatir mungkin lebih baik tidak melakukan pada keadaan yang kurang sehat tersebut,” ujar Prof. Cissy.

Prof. Cissy mencontohkan, jika seseorang tersebut sudah memiliki penyakit sebelumnya seperti diabetes atau kanker, tetap bisa dilakukan vaksin jika memang kondisinya sedang dalam keadaan baik.

"Jangan divaksin jika kondisinya sedang jelek. Kalau sedang bagus, bisa segera divaksin karena itu akan mencegah tertular,” sarannya.

“Dan untuk anak-anak, kalau mereka batuk atau pilek dan flu yang sangat berat, mungkin sebaiknya tidak dilakukan vaksin terlebih dahulu. Bisa ditunda atau diundur sampai kondisi mereka sudah membaik. Akan tetapi memang beberapa vaksin tertentu ada aturan-aturannya sendiri,” tutup Prof. Cissy.
(FIR)