FITNESS & HEALTH

PeduliLindungi Meluncurkan Fitur Baru untuk Para Pemegang Kartu Vaksin Luar Negeri

Raka Lestari
Rabu 15 September 2021 / 12:15
Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan fitur baru dalam aplikasi PeduliLindungi. Fitur baru ini diperuntukkan bagi para WNI maupun WNA yang melakukan vaksinasi covid-19 di luar negeri.

Hal ini dilakukan agar para WNI maupun WNA yang memiliki sertifikat vaksin dari luar negeri tetap bisa mengakses aplikasi PeduliLindungi.

“Jadi kami sudah menyiapkan website, dengan alamat vaksinln.dto.kemkes.go.id untuk para WNI maupun WNA untuk mendaftarkan. Dan kemudian nanti akan kita verifikasi,” ujar Chief Digital Transformation Office Kemenkes, Setiaji, dalam keterangan pers pada Selasa, 14 September 2021.

Menurut Setiaji, WNI maupun WNA yang vaksin di luar negeri bisa masuk ke dalam website tersebut dan melakukan pendaftaran untuk mengajukan verifikasi.

“Setelah mengisi data, nanti akan kami verifikasi khusus untuk WNI. Sementara untuk WNA kami bersama Kemenlu bekerja sama, nanti akan melakukan koordinasi dengan kedutaan masing-masing sehingga sertifikat vaksin yang bukan dari Indonesia ini akan diverifikasi oleh kedutaan masing-masing,” ujar Setiaji.

Ketika mengakses website vaksinln.dto.kemkes.go.id, Setiaji menjelaskan bahwa WNI maupun WNA yang bersangkutan harus mendaftarkan terlebih dahulu user access-nya, Setelah mendaftar, diharuskan mengisi beberapa data. Seperti nama, tanggal lahir, email, dan lain sebagainya.

“Dan kemudian juga harus mengisi jenis vaksinnya, sesuai dengan vaksin yang didapatkan di luar negeri tadi. Kami sudah memasukkan database vaksin juga di sini. Dan kemudian juga kapan divaksinnya, sehingga nanti informasi ini masuk ke dalam sertifikat vaksin yang ada di dalam PeduliLindungi. Kemudian setelah itu menunggu verifikasi dari Kemenkes dan Kedutaannya masing-masing,” jelasnya.

Setelah diverifikasi, hasilnya akan dikonfirmasi ke email yang sudah didaftarkan di website tersebut. Kurang lebih maksimal 3 hari kerja.

"Kemudian harus diklaim, masuk ke PeduliLindungi untuk melengkapi ataupun mengklaim sertifikat vaksin nanti muncul setelah ini diverifikasi,” tutur Setiaji.

“Setelah itu bisa menggunakan Peduli Lindungi dan digunakan untuk melakukan scan QR Code di berbagai tempat aktivitas masyarakat. Seperti mall, penerbangan, dan lain sebagainya. Adapun bentuk sertifikatnya agak berbeda dengan sertifikat vaksin di Indonesia,” ujar Setiaji.

Menurut Setiaji, sertifikat vaksin tersebut sudah dirancang dengan adanya QR Code, kemudian juga ada info terkait dengan vaksinnya.

“Apakah dosis satu ataupun dosis dua. Dan kemudian ada deklarasinya bahwa ini sudah sesuai dengan yang diinput oleh WNA atau WNI yang bersangkutan,” tutupnya
(FIR)