FITNESS & HEALTH

Hal yang Perlu Diingat Pasien Kanker Paru saat Pandemi Covid-19

Kumara Anggita
Kamis 29 Juli 2021 / 17:47
Jakarta: Covid-19 merupakan penyakit yang berkaitan erat dengan kesehatan paru-paru. Karena itu, secara alami, pasien dengan kanker paru-paru mungkin sangat khawatir di masa-masa sulit ini.

Spesialis kanker paru-paru Tingting Tan, M.D., Ph.D., asisten profesor klinis onkologi medis di City of Hope menjelaskan bahwa, pasien kanker paru-paru memang termasuk dalam kelompok yang berisiko tinggi. Namun, tidak sepenuhnya pasien kanker paru-paru berada pada risiko yang jauh lebih tinggi daripada jenis kanker lainnya.

Terkait pasien kanker menghadapi bahaya dalam pandemi ini, tidak sepenuhnya jelas. Kemungkinan, ini menjadi bahaya karena rata-rata usia pasien kanker lebih tinggi dari masyarakat umum.

Masalah medis lain yang cenderung mengelompok dengan kanker itu sendiri antara lain cedera yang berhubungan dengan paru-paru, penyakit paru-paru, atau penyakit jantung. Tan, yang berpraktik di Pantai Newport, memberikan saran untuk pasien kanker paru-paru yang khawatir dengan covid-19.

"Infeksi ini didorong oleh paparan, dan itu adalah sesuatu yang sebagian besar dapat dikendalikan oleh pasien, keluarga mereka, dan tim perawatan kesehatan mereka yang mengambil tindakan pencegahan maksimal,” kata Tan.
 

Cara melindungi diri sendiri


1. Tetap di rumah sebisa mungkin.

2. Cuci tangan secara teratur dan menyeluruh.

3. Hindari menyentuh wajah.

4. Perhatikan jarak sosial ketika kamu harus berada di tempat umum.

Selain itu, Tan juga menyarankanmu untuk berobat sesuai dengan kondisi. Ada pasien hati-hati berobat dengan dokter mereka, tentang apakah terapi yang dapat menyebabkan imunosupresi menawarkan lebih banyak manfaat daripada risiko di lingkungan baru dan berbeda ini.

Satu saran Tan lainnya, mengharuskan kamu berkonsultasi dengan ahli onkologi. Pertimbangkan untuk mengubah logistik perawatanmu jika perlu.

“Kamu bisa untuk melakukan kunjungan jarak jauh atau melakukan telemedicine atau kunjungan telepon, tetapi itu benar-benar tergantung pada apa yang dibutuhkan masing-masing pasien. Ini bukan tentang meremehkan perawatan, tetapi ancaman infeksi telah mengubah permainan,” pungkas Tan.
(FIR)