FITNESS & HEALTH

Mengenal Hamil Anggur atau Molar Pregnancy dan Gejalanya

Raka Lestari
Rabu 09 Juni 2021 / 09:08
Jakarta: Pada umumnya setelah pembuahan, jaringan berkembang yang pada akhirnya akan menjadi plasenta. Tetapi untuk hamil anggur, jaringan tersebut membentuk pertumbuhan abnormal di dalam rahim.

Tanpa plasenta, tidak ada cara untuk memberi makan janin, dan keguguran biasanya akan terjadi di awal kehamilan. Jaringan abnormal pada hamil anggur bisa dideteksi pada usia kehamilan 8 atau 9 minggu.

Dokter juga mungkin akan mengecek level HCG pada tubuh ibu yang sedang hamil. HCG adalah hormon kehamilan yang biasanya berada pada tingkat tinggi yang tidak normal pada hamil anggur.
 

Tanda dan gejala hamil anggur


Gejala umum meliputi:

- Pendarahan vagina
- Nyeri panggul
- Mual dan muntah yang parah
- Tekanan darah tinggi (dalam beberapa kasus)
- Kista ovarium (dalam beberapa kasus)

"Setiap ibu yang mengalami pendarahan atau nyeri saat hamil harus dievaluasi oleh dokter mereka," kata Staci Pollack, seorang OB-GYN di Montefiore Health System.

Tetapi gejala-gejala ini tidak khas untuk hamil anggur saja. Dan pada awalnya, kadang-kadang bisa disalahartikan sebagai sesuatu yang lain. Ibu dengan hamil anggur sering dicurigai mengalami keguguran atau kehamilan ektopik.

Itu sebabnya dokter akan menindaklanjuti dengan membaca kadar HCG pada wanita hamil tersebut dan melakukan USG untuk mengidentifikasi diagnosis yang tepat. Dengan begitu mereka bisa memberi perawatan yang tepat.
 

Perawatan pada hamil anggur


Biasanya, perawatan untuk hamil anggur adalah prosedur pembedahan yang disebut dilatasi dan kuretase (D&C). Di sinilah dokter akan memasukkan alat melalui leher rahim untuk mencapai rahim dan mengikis jaringan yang tidak normal tersebut.

Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, jaringan yang abnormal tersebut dapat kembali setelah D&C dan tumbuh membentuk jenis tumor yang disebut gestasional trofoblas neoplasia (GTN.) GTN umumnya diobati dengan kemoterapi atau histerektomi jika diperlukan.

Dilansir dari Insider, hamil anggur terjadi pada sekitar 1 dari setiap 1.000 kehamilan. Tetapi jika seseorang pernah mengalami hamil anggur, maka risiko untuk mengalami hamil anggur lagi akan meningkat menjadi sekitar 1 dari 100.
(FIR)