FITNESS & HEALTH

Dokter: Penggunaan AC di Kantor Bisa Tingkatkan Risiko Penularan Covid-19

Raka Lestari
Rabu 05 Mei 2021 / 20:15
Jakarta: Sirkulasi udara yang buruk bisa menjadi salah satu faktor risiko yang bisa menyebabkan penularan covid-19. Terutama jika sedang berada di ruangan yang ber-AC seperti ketika sedang di kantor. Hal ini bisa meningkatkan risiko untuk penyebaran covid-19. 

“Sebenarnya pada saat pandemi covid-19 seperti sekarang, idealnya adalah angin alami. Kalau di kantor, seharusnya jendela dibuka sehingga terjadi sirkulasi udara dari luar masuk ke dalam,” ujar DR. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR, FISR - Ketua Umum PDPI, dalam webinar 'Klaster Perkantoran Meningkat Kembali? Apa yang harus dilakukan?' pada Rabu, 5 Mei 2021. 

Menurut dr. Agus penggunaan AC yang ada di kantor tersebut, biasanya membuat jendela-jendela yang ada di kantor jarang dibuka. Itulah yang berpotensi meningkatkan risiko penyebaran covid-19 di perkantoran. Lalu bagaimana cara mengatasi hal tersebut?

“Ada beberapa hal yang bisa dilakukan. AC itu biasanya ada yang AC sentral dan yang tidak. Kalau yang AC sentral memang sedikit lebih repot dibandingkan AC yang tidak sentral. Kalau AC yang tidak sentral, idealnya harus mengatur mode sirkulasinya dari luar ke dalam,” saran dr. Agus. 


covid-19
(DR. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR, FISR - Ketua Umum PDPI mengatakan saat pandemi covid-19 seperti sekarang, idealnya adalah (bekerja dengan) angin yang alami. Karena ruangan ber-AC seperti ketika sedang di kantor (tertutup), bisa meningkatkan risiko untuk penyebaran covid-19. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)


Sedangkan untuk AC sentral, menurut dr. Agus cara mengatasinya adalah dengan memasag lampu UV di saluran AC sentral tersebut. Sehingga sebelum udara keluar dari AC tersebut, virus dan bakteri bisa mati karena sudah meelwati lampu UV tersebut. 

“Memang tidak akan 100 persen berhasil tetapi itu sudah lumayan. Selain itu, pada AC sentral maupun non sentral sebaiknya menggunakan air purifier untuk memperbaiki sirkulasi udara yang ada di dalam ruangan tersebut. Air purifier dipasang di beberapa titik. Tujuannya adalah agar meskipun AC dipasang, tetapi udara yang masuk disaring terlebih dahulu di air purifier,” jelas dr. Agus. 

Namun, ia menegaskan agar dalam memilih air purifier sebaiknya yang memiliki fitur HEPA filter. Tidak semua air purifier memiliki kemampuan HEPA filter, sehingga perlu memastikan air purifier yang digunakan tersebut memilik kemampuan HEPA filter karena bisa memfiltrasi berbagai virus dan bakteri termasuk virus SARS-CoV-2. 
(TIN)