FITNESS & HEALTH

Pengaruh Memiliki Temperamen Buruk

Kumara Anggita
Kamis 08 Oktober 2020 / 09:34
Jakarta: Beberapa orang memiliki temperamen buruk dan ini bukanlah sesuatu yang umumnya tidak menguntungkan. Memiliki temperamen buruk bisa pengaruhi hubungan kamu atau bahkan kesehatan kamu.

Kabar baiknya, ini bisa dikontrol. Dikutip dari Healthline, langkah pertama dalam mengelola temperamen buruk adalah belajar mengenali gejalanya. Episode kemarahan ini biasanya datang dengan sedikit atau tanpa peringatan.

Berikut ciri-ciri teman kamu memiliki temperamen buruk:

- Suka marah dengan berteriak-teriak
- Mudah iritasi
- Palpitasi jantung
- Pikiran muncul berbalap-balapan
- Kehilangan kendali

Pengaruh memiliki temperamen buruk

Temperamen buruk dapat memengaruhi kamu dalam berbagai cara. Menurut sebuah studi tahun 2010, ini juga dapat berkontribusi untuk membuat kamu lebih rentan terhadap penggunaan zat dan berlebihan pada kafein.

Tak hanya itu, kemarahan yang tidak terkendali juga memicu respons melawan atau lari di tubuh kita, yang meliputi pelepasan hormon stres. Hormon stres yang sering membanjiri ini pada akhirnya dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang termasuk:

- Insomnia
- Tekanan darah tinggi
- Sakit kepala dan masalah perut
- Depresi
- Kegelisahan
- Serangan jantung
- Stroke
(YDH)