FITNESS & HEALTH

5 Makanan Ini Baik untuk Kesehatan Jantung

Kumara Anggita
Senin 14 Desember 2020 / 12:39
Jakarta: Penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang bisa terjadi karena faktor makanan. Data WHO seperti tertera dalam data Kemenkes tahun 2015 menunjukkan bahwa 70 persen kematian di dunia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (39,5 juta dari 56,4 kematian). 

Dari seluruh kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) tersebut, 45 persennya disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu 17.7 juta dari 39,5 juta kematian.

Untuk itu, kamu perlu memerhatikan apa yang kamu konsumsi bila kamu ingin menjaga kesehatan jantungmu. Beberapa rekomendasi makanan yang bagus untuk kesehatan jantung antara lain:
 

1. Sayuran berdaun hijau


Dikutip dari Healthline, sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung dan collard greens terkenal akan vitamin, mineral, dan antioksidannya. Secara khusus, mereka adalah sumber vitamin K yang hebat, yang membantu melindungi arteri kamu dan meningkatkan pembekuan darah dengan benar. 

Sayuran ini tinggi nitrat yang telah terbukti mengurangi tekanan darah, mengurangi kekakuan arteri dan meningkatkan fungsi sel-sel yang melapisi pembuluh darah.

Beberapa penelitian juga menemukan hubungan antara meningkatkan asupan sayuran berdaun hijau dan menurunkan risiko penyakit jantung. Satu analisis dari delapan penelitian menemukan bahwa peningkatan asupan sayuran hijau dikaitkan dengan insiden penyakit jantung hingga 16 persen lebih rendah.


jantung
(Oat salah satu yang baik untuk kesehatan jantung kamu. Foto: Pexels.com)

 

2. Biji-bijian utuh


Jenis biji-bijian yang umum dimakan adalah termasuk gandum utuh, beras merah, oat, gandum hitam, barley, soba, dan quinoa. Dibandingkan dengan biji-bijian olahan, biji-bijian lebih tinggi seratnya, yang dapat membantu mengurangi kolesterol LDL "jahat" dan menurunkan risiko penyakit jantung.

Berbagai penelitian juga telah menemukan bahwa memasukkan lebih banyak biji-bijian dalam makanan kamu dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Satu analisis dari 45 penelitian menyimpulkan bahwa makan tiga porsi biji-bijian setiap hari dikaitkan dengan risiko penyakit jantung 22 persen lebih rendah.
 

3. Cokelat hitam


Cokelat hitam kaya akan antioksidan seperti flavonoid, yang dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung. Beberapa penelitian telah mengaitkan makan cokelat dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Satu penelitian besar menunjukkan bahwa mereka yang makan cokelat setidaknya lima kali per minggu memiliki risiko penyakit jantung koroner 57 persen lebih rendah daripada pemakan non-cokelat. 

Studi lain menemukan bahwa makan cokelat setidaknya dua kali seminggu dikaitkan dengan risiko 32 persen lebih rendah terkena plak kalsifikasi di arteri.

Pastikan untuk memilih cokelat hitam berkualitas tinggi dengan kandungan kakao setidaknya 70 persen, dan sesuaikan asupan kamu untuk mendapatkan manfaat terbaik bagi kesehatan jantung.
 

4. Tomat


Tomat sarat dengan likopen, pigmen tumbuhan alami dengan sifat antioksidan yang kuat. Antioksidan membantu menetralkan radikal bebas berbahaya, mencegah kerusakan oksidatif dan peradangan, yang keduanya dapat menyebabkan penyakit jantung.

Satu ulasan dari 25 penelitian menunjukkan bahwa asupan tinggi makanan yang kaya likopen dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan stroke. Untuk itu, menambahkan tomat dalam menu harian akan bagus untuk kesehatan jantungmu.
 

5. Bawang putih


Selama ini, bawang putih telah digunakan sebagai obat alami untuk mengobati berbagai penyakit. Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian telah mengonfirmasi khasiat obatnya yang manjur dan menemukan bahwa bawang putih bahkan dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung. Ini berkat kehadiran senyawa yang disebut allicin, yang diyakini memiliki banyak efek terapeutik.

Dalam sebuah penelitian, mengonsumsi ekstrak bawang putih dalam dosis 600-1.500 mg setiap hari selama 24 minggu sama efektifnya dengan obat resep umum untuk mengurangi tekanan darah. 

Penelitian lain menemukan bahwa ekstrak bawang putih dapat menghambat penumpukan trombosit, yang dapat mengurangi risiko pembekuan darah dan stroke.
(TIN)