FEATURE

Mengenal Oscar Daniel, Si 'Tangan Ajaib' dalam Dunia Make Up Artist

Yatin Suleha
Jumat 20 Mei 2022 / 21:04
Jakarta: Sejak era Cleopatra (tahun 51–30 Sebelum Masehi/SM), make up dan kosmetik telah menjadi 'kekuatan' dalam kecantikan yang dapat menambah penampilan mereka. Dahulu produk kecantikan hanya dipakai oleh mereka dapat terbilang berada di kelas atas serta bahan kosmetiknya berasal dari bahan yang 'cukup berbahaya'.

Dilansir dari Jobmonkey, sepanjang sejarah, biasanya seseorang yang berkuasa atau kaya akan menggunakan tembaga atau timah atau bahkan sisa-sisa korek api untuk menciptakan warna dan keindahan untuk meningkatkan penampilan mereka (dalam hal ini sebagai make up mereka) di zaman dahulu. 

Seperti misalnya Cleopatra yang menggunakan serangga carmine yang berasal dari serangga cochineal yang ditumbuk untuk dijadikan perona bibir. 

Bahkan banyak catatan sejarah yang menyebutkan wafatnya Ratu Elizabeth I (era 1533-1603) juga diduga karena penggunaan make up dengan bahan keras dan merusak kulit serta tubuhnya. Ia dulu sering memoleskan bahan Venetian Ceruse sebagai make up-nya agar senantiasa putih seperti porselin. 

Venetian Ceruse sendiri adalah kosmetik atau foundation yang terbuat dari cuka dan timah. Selain baunya yang seperti anggur basi, Venetian Ceruse yang terbuat dari timah ini diyakini berbahaya untuk kulit, bisa merusak tekstur kulit, bahkan menyebabkan kematian.

Untungnya evolusi bahan kosmetik terus terjadi, sehingga evolusi kosmetik menjadi 'material' bagi wanita yang dibutuhkan untuk menciptakan keindahan dengan lebih aman lagi. 
 

Lahirnya profesi make up artist profesional



(Oscar saat memberikan make up pengantin untuk adat Jawa. Foto: Dok. Instagram Oscar Daniel/@oscardanielmakeup)

Kalau berbicara soal evolusi kosmetik pastinya tidak akan lepas dari tangan-tangan handal perias wajah yang sering dikenal dengan istilah make up artist. Make up artist adalah seorang ahli dalam menggunakan rias untuk mewarnai, menyembunyikan, atau mengubah penampilan seseorang untuk tujuan kecantikan.

Dalam produksi teater dan film, mereka bahkan dapat menggunakan prosthetics untuk mendapatkan tampilan yang diinginkan.

Namun perlu juga kita ketahui untuk melihat profesi ini tak hanya sekedar membuat wanita jadi lebih cantik. Melainkan, ada beberapa spesialisasi juga dalam profesi make up artist ini.

Contohnya seperti yang dipaparkan dalam Journal Sociolla, make up artist bisa memiliki fokus yang berbeda-beda, misalnya riasan untuk pengantin dan acara formal lainnya, rias tradisional dan adat, face and body painting, atau special effect seperti yang biasa digunakan pada film-film fiksi.

Nah, di tahun 1970-an banyak pelaku di bidang industri keatif telah mengenal jasa dari profesi seorang make up artist. Salah satunya mereka yang berada di belakang layar sebuah pemotretan cover sebuah majalah. Sebut saja majalah Kartini, Gadis, atau Femina yang sudah ada sejak tahun 1972.

Namun profesi make up artist mendapatkan banyak atensi sejak tahun 2000-an. Ini karena sepanjang lebih dari dua dekade profesi MUA (Make up artist) terus berkembang.

Salah satu yang sudah bergelut sangat lama dalam bidang ini adalah Oscar Daniel. Lajang asal Surabaya ini telah bergelut di bidang MUA sejak tahun 2006. Berguru dari sang senior Adrian Surya Pradipa, Oscar akhirnya mengukuhkan diri manjadi seorang MUA profesional sejak 16 tahun yang lalu.
 

Berawal dari sampingan yang akhirnya jadi profesi yang diseriusi



(Oscar juga menjadi langganan MUA berbagai majalah fashion dan beauty ternama di Indonesia. Video: Dok. Instagram Oscar Daniel/@oscardanielmakeup)

Oscar bisa dibilang memulainya selama empat tahun sejak dirinya mulai berkuliah. Saat weekend pria yang santun ini akan mengisi hari-hari akhir pekannya untuk bergabung dengan sebuah wedding organizer bersama teman-temannya. Dan ia yang memiliki tugas menemani sang pengantin. 

Mirip seperti riders artis, Oscar melakukan 'morning call' dari event organizer yang melakukan pekerjaan layaknya asisten pribadi.

"Jadi waktu itu bangunin si pengantin dari rumah atau dari hotel, jemput terus nganterin ke bridal. Zaman dulu bridal kan ya. Nanti di sana kalau enggak ditungguin enggak dimake up-make up-in. Karena di sana ngantre, ada berapa belas pengantin gitu," kenang Oscar.

Zaman berubah. Oscar bilang zaman sekarang beda. "Make up artist yang datang ke hotel," katanya. Dari situ ia mengaku tahu, karena ia menemani si pengantin dari bangun tidur, ditemani (berbagai keperluannya) sampai jadi pengantin itu selama empat hingga lima tahun.

"Saya sampai tahu step by step-nya (make up) kan..," ungkapnya. Setelah lulus kuliah Oscar masih meneruskan pekerjaan utamanya menjadi finance. Namun, ada rasa yang ia inginkan yaitu rasa bahagia saat menemani pengantin dari nol sampai selesai acara dari wedding orginizer (WO) tersebut.

Rasa bahagia sepanjang hari pengantin saat di acara utama, saat fotonya sudah jadi, saat foto dikenang akan menjadi saksi seumur hidup kebahagiannya yang bisa dilihat ke anak dan cucunya. 

"Jadi, perempuan itu yang paling diingat dari pesta pernikahannya itu adalah ia dimake up-in sama siapa..." ujar lelaki yang pernah menyabet Young Fashionable Makeup Artist 2011, Fashion Nation Senayan City ini.

"Coba deh, tanya sama Mamanya, pasti masih inget siapa yang make up-in. Mama aku aja masih inget siapa yang dandanin dia dulu," sahutnya lagi.

Saat itulah Oscar mantap berpindah profesi menjadi make up artist setelah beberapa tahun meresapi pekerjaan sampingannya.
 

MUA yang berproses



(Oscar juga menjadi langganan make up pada beberapa artis ternama Indonesia, salah satunya adalah Maudy Koesnaedi. Video: Dok. Instagram Oscar Daniel/@oscardanielmakeup)

Adrian menjadi guru utama dari Oscar. Dan ia menambah ilmunya ke Mas Sake guru dari Puspita Martha International Beauty School, yang juga merupakan sosok di balik tren warna Sariayu. Dan sejak 2006 Oscar secara resmi berdiri sendiri setelah setahun lamanya berproses.

Oscar sangat mengingat langkah awalnya mulai memberanikan diri secara serius untuk menjadi MUA adalah ia diberikan produk-produk bekas yang telah dipakai untuk merias wajah, dan ia ditantang untuk membuat make up dari bahan tersebut. Hasilnya sungguh di luar dugaan. Sangat bagus! 

"Kalau kamu pakai produk ini bisa bagus, berarti memang teknikmu udah bagus," ungkap Oscar mengingat perkataan sang guru mas Sake.

Sejak itu, passionnya semakin besar untuk berkarier menjadi profesional make up artist. Ia terus mengasah kemampuannya. Tahun 2006 pemilik nama Oscar Nataniel ini menerima klien pertamanya. Dan 2008 ia membuat baju pengantin juga. Hal ini berjalan beriringan juga. Membuat kosep dalam wedding juga ia lakukan.

Setelah dirasa perbekalan ilmunya sudah mencukupi, lelaki yang pernah mengambil pendidikan Tata Kecantikan Kulit - LSK 2017 ini akhirnya memantapkan diri untuk jalan sendiri dan sudah melepas profesi sebelumnya yaitu finance.
 

Suka duka dan pengalaman menarik jadi MUA



(Saat Oscar mendandani Princess asal Georgia, HRH Kristine De Bagration. Foto: Dok. Instagram Oscar Daniel/@oscardanielmakeup)

Kala berbicara soal suka duka, Oscar lebih mudah mengingat pengalaman-pengalaman menariknya dalam suka, bukan duka. Ini karena ia sangat menyadari, relationship yang terbentuk dengan siapa pun memberikan modal yang berjalan seirama dengan attitude yang diberikan.

Baginya, relationship yang baik dengan dasar dari attitude yang baik banyak memberikannya peluang serta kesempatan yang lebih baik dan lebih luas lagi.

Salah satu contoh pengalaman atas dasar tersebut terjadi kala ia sedang makan siang di sebuah hotel di Jakarta Selatan. Saat sedang makan enak-enak, salah satu teman baiknya menelepon untuk meminta bantuan.

"Oscar, kamu bisa enggak bantuin aku make up-in seseorang sekarang juga," kenang Oscar. Selanjutnya obrolan berlanjut ke hal yang lebih detail seperti si tamu berada di kamar berapa, serta tone make up yang bagaimana yang diinginkan oleh si tamu misterius di kamar tersebut.

Awalnya ia kaget karena kebetulan yang sangat jarang terjadi, yaitu orang yang akan mendadak dimake up itu berada di hotel yang sama dengannya. Dan kebetulan berikutnya adalah, ia tak membawa peralatan make up satu pun. Tentu saja ini challenging baginya.

Lalu, setelah mendapatkan akses dan sebagainya, naiklah Oscar ke lantai yang dituju walau tak membawa perlatan make up sama sekali.

Tak disangka, seseorang yang ia akan dandani adalah seorang tokoh terkenal di dunia. Ia adalah Maya Soetoro-Ng, adik dari Barack Obama. Siapa yang tak mengenal keluarga dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat itu.

Hatinya berdegup kencang. Keraguannya membawa diri tanpa make up terjawab. Maya membawa seperangkat alat make up yang praktis. Saat memulas wajahnya seakan ia tak percaya, hari tersebut menjadi salah satu hari yang sangat spesial yang datang pada dirinnya.

Kemudian ia sukses memberikan make-up yang disukai dan diinginkan oleh Maya. Dan Maya sampai memberikan pujian tentang hasil tangan 'ajaibnya'. Kenangan manis lainnya juga ia dipuji berkat hasil make up-nya pada Princess asal Georgia HRH Kristine De Bagration. 

Dan sang puteri sampai mengajaknya berselfie saking sukanya dengan hasil make up Oscar. Ia pun pernah mendandani petenis nomor satu di dunia yang sangat terkenal yaitu Martina Navratilova. 

Ia mengatakan, banyak hal lain yang indah dan mengesankan yang terjadi selama ia berkarier di dunia MUA hingga saat ini.
 

Bekerja sama dalam Paragon Beauty Academy



(Paragon Beauty Academy. Foto: Dok. Instagram Paragon Beauty Academy/@Paragon Beauty Academy)

Jika ada yang masih ingin ia raih, itu adalah terus memberikan ilmunya kepada orang lain. Hal inilah yang ia tuangkan. Bekerja sama dengan PT Paragon Technology and Innovation (Paragon) ia membagi ilmunya dalam program Paragon Beauty Academy (PBA). 

Paragon Beauty Academy merupakan program yang diinisiasi Paragon berupa beauty school yang ditujukan bagi mereka yang memiliki ketertarikan menjadi Make Up Artist (MUA) untuk mengembangkan skill menjadi MUA profesional.

Setelah 16 tahun ia berkarya ia mulai menuangkan hasrat mengajarnya. "Lagi berusaha membangun Paragon Beauty Academy ini. (Hal ini) tercipta dari kerinduan aku terhadap dunia ngajar make up yang baik dan benar," papar MUA yang pernah ada di ajang New York Fashion Week ini.

"Karena beberapa aku ngambil tim, yaitu kayaknya bagus nih, portofolionya, Instagramnya segala macem. Pas dateng kita lihat hasilnya, step by stepnya kok salah ya. Jadi pengin ngajarin teknik make up yang baik dan benar. Yang kompeten," tutur Oscar.

Sukes dengan membuka beberapa batch atau angkatan beberapa waktu lalu di Paragon Beauty Academy, kini kesibukan Oscar tak hanya memulas wajah semata. Melainkan terus menuangkan keinginannya dalam dunia make up profesional. 

Pesannya bagi mereka yang ingin mendedikasikan dirinya dalam profesi MUA adalah, tak mudah puas diri serta tak jemawa dengan proses instan yang kini banyak ditemui pada generasi kekinian. Bagaimana pun untuk menuntun jalan menuju kesuksesan, baginya skill dan attitute bagai dua sisi dari sebuah mata uang. Tak bisa dipisahkan.



(TIN)