FEATURE

Aktif dalam Pembangunan Ekonomi Nasional, Para Wanita Ini Dapat Penghargaan

Rendy Renuki H
Jumat 30 April 2021 / 20:18
Jakarta: Para tokoh wanita di Tanah Air mendapatkan penghargaan karena aktif dalam pembangunan ekonomi nasional. Mereka mendapatkan penghargaan Most Inspirational Regional Women Award 2021.

Penghargaan tersebut diberikan oleh HerStory, salah satu media khusus wanita. Dengan penghargaan ini, diharapkan banyak wanita dapat meningkatkan kontribusi dalam mendukung pencapaian percepatan pemulihan ekonomi nasional.

"Berharap para kartini masa kini yang mendapatkan penghargaan pada hari ini akan terus meningkatkan kontribusinya untuk mendukung percepoatan pemulihan ekonomi nasional," kata Clara Aprilia Sukandar, Pimpinan Redaksi HerStory, Jumat 30 April 2021.

Menurut survei United Nation pada 2020, hanya sekitar 63 persen saja wanita yang terjun dalam dunia kerja. Padahal seperti yang diketahui peran wanita dalam memajukan perekonomian sangatlah besar.

Kemudian secara global kesenjangan upah berdasarkan gender masih saja terjadi. Faktanya ada 740 juta perempuan secara global yang bekerja di ekonomi informal salah satunya adalah sektor UMKM.

Banyak perempuan yang bekerja mendapatkan bayaran 35 persen lebih rendah daripada laki-laki di berbagai negara.

"Namun, sebagai kaum yang berdaya para perempuan harus tetap optimis walau adanya rintangan COVID-19 dan ketimpangan gender yang masih terjadi di dunia kerja, para perempuan harus yakin untuk mampu berperan dalam pemulihan ekonomi," lanjut Clara.

Sementara, Tri Suswati Tito Karnavian selaku Ketua TP-PKK merasa bangga bahwa Tim Penggerak PKK mendapat apresiasi atas kerja keras serta pengabdiannya di usia 49 tahun.

"Tim Penggerak PKK merupakan mitra pemerintah yang mendampingi pemerintah untuk mensukseskan program-program pemerintah dalam 10 program pokok PKK," ujar Tri Suswati.

Sebanyak 49 wanita mendapatkan penghargaan karena dinilai aktif dalam pembangunan ekonomi nasional. Salah satunya yakni Fery Farhati, istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menjabat Ketua TP-PKK Provinsi DKI Jakarta.

Tim riset melakukan penilaian mengunakan metode penelitian dengan cara media monitoring. Indicator penilaian ialah reputari, prestasi, serta dukungan terhadap program pembangunan.
(ACF)