FEATURE

Cynthia Jayanto, Dokter Estetika yang Sukses Mengembangkan Klinik Kecantikan

A. Firdaus
Minggu 14 Februari 2021 / 10:04
Klinik kecantikan yang menjamur di Indonesia, telah memperlihatkan betapa industri kecantikan berkembang pesat, lantaran kecantikan itu sendiri telah menjadi gaya hidup wanita masa kini. Entah karena dia bisa mengarahkan perawatan yang tepat bagi setiap permasalahan pasien, eksis di media sosial dalam mengedukasi, atau mampu memenuhi hasrat pasien yang ingin mengikuti tren yang ada.

Salah satu di antaranya dr. Cynthia Jayanto. M. Biomed (AAM), seorang ahli di bidang estetika dan antiaging dari Cyn Clinic. Berkat pengalaman prakteknya yang panjang, ia mampu membantu banyak pasien yang mengalami masalah wajah.

Apakah itu saat masih bekerja di klinik milik orang lain, atau saat menangani pasiennya di klinik miliknya sendiri sejak tahun 2012. Dampaknya, kini Cyn Clinic yang didirikannya, kian berkembang dan telah menjadi klinik kecantikan terkenal di Bekasi, bahkan pada 2019 berhasil menambah cabang baru.

Menurut dr Cynthia, kliniknya bisa berkembang berkat passion-nya ingin memberi yang terbaik kepada pasien. Salah satu kunci suksesnya, dr. Cynthia mengaku mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan tersendiri jika ia berhasil mengubah kulit yang tadinya kurang menarik, menjadi bagus atau lebih muda.



dr. Cynthia juga aktif di media sosial memberikan edukasi terkait kecantikan. (Dok Pribadi)

Rupanya, mindset tersebut berpengaruh besar dalam mengembangkan kliniknya. Banyak pasien baru datang akibat rekomendasi dari pasien lama saya, baik melalui mulut ataupun dari media sosial.

“Banyak pasien bilang kalau durasi konsul di sini bisa panjang. Mereka suka berpikir ‘di sini mah enak bisa bisa berjam-jam; dokternya beda, dokternya tahu kebutuhan saya’. Padahal itu mengalir begitu saja agar saya tahu kebutuhan pasien apa, yang akhirnya membuat diagnosa saya tepat. Dengan diagnosa tepat, maka kualitas terjadi,” ungkap dr. Cynthia seperti dilihat di postingan Instagram @cynthia_dr, baru-baru ini.

Wanita yang aktif melakukan edukasi seputar kesehatan dan kecantikan di media sosial ini juga menambahkan, kliniknya sudah memiliki SOP (standard operating procedure). Pengaruhnya, sangat signifikan sekali untuk menjaga pasien lama tetap loyal atau menghadirkan pasien baru.
 

Siasat bertahan di pandemi


Dokter Cynthia juga bercerita tentang kondisi kliniknya di masa pandemi. Ia melakukan pivot bisnis agar bisa survive, yaitu menjual produk dan vitamin lewat platform e-commerce.

Langkah itu ditempuh karena pendapatan anjlok di bulan Maret 2020 berkurang 50 persen akibat tidak ada yang treatment. Semua orang takut datang ke klinik. Beruntungnya, produk yang dr. Cynthia jual, laku di pasaran, sehingga tak perlu mengurangi pegawainya. Cukup mengurangi jam kerja saja untuk menyesuaikan pendapatan klinik yang berkurang.

Selain itu, kliniknya juga menyediakan layanan tes rapid antibodi dan antigen datang ke rumah (home care). Menurut dr Cynthia, upaya itu amat membantu kliniknya bisa bertahan, khususnya di bulan November-Desember 2020, karena pemerintah mengeluarkan kebijakan wajib tes rapid bagi seseorang yang mau bepergian jauh atau liburan keluar kota.


Saat pandemi, dr. Cynthia juga membuka swab antigen. (Foto: Dok Pribadi

"Kemudian, saya juga melakukan edukasi di instagram pentingnya vaksin influenza dan pneumonia pada orang tua selagi belum ada vaksin Covid-19 dan rutin minum vitamin C, dari upaya itu tuhan bukakan jalan. Di mana saya dapat proyek di pabrik untuk suntik vitamin C dua bulan sekali ke 127 karyawan pabrik. Intinya, banyak cara yang dilakukan agar bisa bertahan," terang Wanita kelahiran 18 Februari 1985 ini.

Sementara saat pelanggan mulai berani datang ke klinik di masa new normal, kliniknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai mencuci tangan saat masuk klinik, pemakaian hand sanitizer, memakai masker, physical distancing hingga pelayanannya. Karyawan di Klinik tersebut, dr Cynthia mengakui, rutin melakukan rapid antigen.

Hal itu dilakukan, menurut dr Cynthia, agar pelanggan merasa lebih aman dan nyaman melakukan perawatan di Cyn Clinic. Hasilnya, jumlah pelanggan terus bertambah setiap bulannya.

"Dan hingga sekarang ini, meski pendapatan tidak seperti awal, saya bersyukur klinik ini masih bisa bertahan, tanpa harus mengurangi pegawai," tutupnya.
(FIR)