FEATURE

Simon Leviev: Tinder Swindler, Kisah Tipu-tipu Uang Atas Nama Cinta

Yatin Suleha
Senin 21 Februari 2022 / 16:42
Jakarta: Belakangan kita dihebohkan dengan cerita nyata dari tiga wanita yang uangnya terkuras dari seorang lelaki bernama Simon Leviev. Seorang pemuda tampan yang nama aslinya adalah Shimon Yehuda Hayut (asal Israel) dalam 'The Tinder Swindler' dari Netflix melambungkan namanya dan jadi pembicaraan hampir semua orang, utamanya wanita di hampir seluruh dunia.

Bagaimana tidak, Simon yang menjatuhkan dirinya dalam aplikasi Tinder banyak disukai wanita karena wajah tampannya dan feednya yang seperti "crazy rich". Namun, dalam tayangan ini, kita dihadapkan dengan realita bahwa cinta melalui 'daring' jangan selalu menjadi keputusan yang hebat dalam dunia percintaan sebelum waktu dan perjalanan cinta yang sesungguhnya dijalani.

Ambil contoh kisah Cecilie Fjellhoy yang sejak awal terbius akan jet pribadi dari Simon, tidur di hotel bintang lima, makan di restoran mewah (yang sebenarnya dari hasil uang tipuan wanita lain), bisa dibilang Fjellhoy termakan habis-habisan. 

Ia akhirnya memberanikan diri untuk mengungkap apa yang terjadi pada dirinya pada sebuah media besar di Norwegia setelah akhirnya yakin bahwa ia mengalami pemerasan dalam percintaan dengan Simon ini.


simon leviev penipu tinder swindler
(Dari kiri ke kanan: Cecilie Fjellhoy, Ayleen Charlotte, dan Pernilla Sjoholm. Foto: Dok. Instagram Aseriesamovie Dizi Film Haber/@aseriesamovie)


Cecilie Fjellhoy telah menghabiskan uang Poundsterling200.000 atau setara dengan nilai Rp3.891.010.568. Belum lagi Pernilla Sjoholm yang habis USD30.000 atau senilai Rp430.042.500 dan Ayleen Charlotte yang telah dibohongi Simon senilai USD140.000 atau setara Rp2.006.865.000. Sebuah nilai yang fantastis!

Simon pandai melakukan dramanya yang ia bilang ia dikejar oleh musuh perusahaan diamondnya (yang ia bilang, ia miliki) dan bodyguardnya dihajar habis-habisan serta Simon harus terbang dengan uang cash (yang ia mintakan pada beberapa wanita tersebut). 

Fjellhoy berhutang pada sembilan bank untuk mendapatkan cash yang ia percayai untuk membantu Simon yang sedang berada dalam kondisi yang sangat sulit atas dasar cinta. 

Sedangkan Pernilla tak jadi membeli rumah karena uangnya ia pinjamkan pada Simon yang akhirnya tak kunjung terganti. Alih-alih ia malah diberikan jam, yang ternyata saat dijual, jam tangan aneka branded dari Simon tersebut malah palsu.

Namun, di Tinder Swindler Simon kena batunya. Sepandai-pandainya tupai melompat juga akan dapat terjatuh juga.

Drama Simon pada Cecilie Fjellhoy, juga pada Pernilla Sjoholm, dan Ayleen Charlotte akhirnya terbongkar. Ia hanya seorang penipu profesional. Namun, ladies harap berhati-hati jika sinyal cinta lewat daring ini sudah memasuki beberapa tindakan.

Kami menanyakan soal ini pada Psikolog anak, remaja, dan keluarga Efnie Indrianie, M.Psi dari Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Maranatha, Bandung mengapa bisa Simon sekejam itu.

Menurutnya memang sepertinya butuh informasi yang bersifat komprehensif untuk memberikan diagnosa atau label tertentu. 

"Namun, jika dihat dari sejumlah informasi khususnya tentang Simon, seseorang akan bisa seperti ini jika mereka mereka memiliki kecenderungan yang disebut dengan “Psychopaty”. Psychopaty merupakan gangguan kepribadian yang serius, di mana seseorang yang seperti ini tidak memiliki empati, tidak ada rasa penyesalan, tidak bisa dipercaya, dan perilakunya memang bersifat antisosial," jelas Psikolog Efnie.

Psikolog Efnie mengatakan lagi pada pria yang psychopaty biasanya mereka cerdas, memiliki kemampuan manipulatif yang tinggi, dan memiliki kepribadian yang menarik. Hal inilah yang biasanya membuat sang wanita menjadi terperdaya.


simon leviev penipu tinder swindler
(Saat diwawancarai media Norwegia di Israel ibu dari Simon pun seakan sudah tak mengakui Simon. Ibunya mengatakan bahwa Simon sudah sejak remaja pergi dari rumah dan bermasalah dengan aneka pencurian dan penipuan, dan hingga saat ini tak pernah kembali. Foto: Dok. Instagram Simon Leviev/@simonleviev.biz)
 

Simon sangat profesional


Saat hampir dua bulan menjalin hubungan dan keliling dunia dengan jet pribadi bersama Simon, Fjellhoy sudah jatuh sepenuhnya dalam drama yang Simon mainkan dalam dokumenter Tinder Swindler. 

Ini tentu saja bisa dibilang sangat apik. Seperti kisah dongeng yang "Too Good To Be True" (atau terlalu bagus untuk menjadi kenyataan). 

Saat titik lemah inilah Simon mulai melancarkan strategi "perkelahian bodyguardnya" dengan lawan yang selalu ia bilang mengincarnya (karena ia titisan crazy rich diamond ternama-katanya).

Mengapa sih bisa begitu perfect? Psikolog Efnie mengatakan, "Jika seseorang sudah memiliki kecenderungan psychopaty, maka saat ia melakukan serangkaian aksi yang bersifat memperdaya akan terlihat sangat profesional. Hal ini bukan karena dibuat-dibuat, namun karena aksi tersebut sudah menyatu dengan kepribadiannya."

"Kondisi inilah yang membuat semua yang ia lakukan bersifat sangat natural. Ada juga study yang mengatakan bahwa psychopaty ditunjang juga oleh faktor genetik, sehingga hal tersebut memang sudah melekat pada pribadi orang tersebut," tambah penulis buku "Survive Menghadapi Quarter Life Crisis" ini.
 

LADIES, jangan mudah terperdaya!


Lalu, tanda apa yang harus diperhatikan oleh wanita jika seorang laki-laki ternyata love scammer seperti Simon ini?

"Sebaiknya berhati-hati dengan seseorang yang memiliki penampilan fisik keren, kepribadian menarik, dan gaya hidup yang serba berlebihan. Bisa jadi ini merupakan cara alamiah yang dilakukan untuk memperdaya. Tidak perlu berburuk sangka di awal, namun waspada itu sangat penting. Kita juga sebaiknya tidak mudah terperdaya dengan kata-kata yang sangat manis, di mana itu merupakan salah satu kelemahan wanita juga," pesan Efnie.

Ia juga mengatakan jika kita belum mengetahui asal-usul seseorang secara utuh, sebaiknya waspada dan tidak 100 persen memercayai apa yang dilihat dan dikatakan.


simon leviev penipu tinder swindler
(Tak semua cinta dari online tak baik, menurut Efnie salah satu tanda cinta yang baik adalah jika ia memberikan banyak support positif pada kita, dan lebih memberikan ruang pada kita untuk bisa mengenal dengan lebih jauh secara objektif. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
 

Pesan dalam cinta online


Tentu saja tentu tidak semua cinta dari online jelek, bagaimana tanda daring love yang baik dan yang jelek?

Menurut Efnie, tanda yang baik adalah jika memberikan banyak support positif pada kita, tidak memberikan banyak janji di awal, dan lebih memberikan ruang pada kita untuk bisa mengenal dengan lebih jauh secara objektif.

"Tanda yang jelek adalah apabila sejak awal kita sudah menjadi sangat terbuai apakah karena rayuan atau penampilan yang menarik. Hal ini akan membuat kita bersikap subjektif dan sulit menganalisis dengan menggunakan logika sehingga rentan untuk mendapatkan penipuan," papar Efnie.

Jadi kata Efnie, sebaiknya sabar dengan proses untuk mendapatkan informasi yang lengkap tentang seseorang yang dekat dengan kita. Hal ini menjadi sangat penting agar kita tidak mudah terjebak pada percintaan yang bersifat memperdaya dan berujung pada hal-hal merugikan.
 

Simon menyangkal


Dalam pemberitaan baru-baru ini, setelah ia menolak diwawancarai media Norwegia dalam Netflix dan tak lama ia menjawab pertanyaan media internasional dan ia menyangkal.

"Mereka menyajikannya sebagai film dokumenter tetapi sebenarnya, itu seperti film yang dibuat-buat," kata Simon dalam wawancara dengan Inside Edition, seperti dilansir EW.

Leviev kemudian buka suara dan membela diri bahwa dia bukan penipu serial. 

"Saya bukan penipu Tinder. Saya hanya pria lajang yang ingin bertemu dengan beberapa gadis di Tinder. Aku bukan monster ini," tutur Simon di sebelah kekasihnya yang kini seorang model di Israel.

Apa pun Ladies, selalu ingat Simon juga pernah dijatuhi hukuman 15 bulan penjara setelah didakwa melakukan penipuan, pencurian, dan pemalsuan pada Desember 2019. 

Jadi, jangan termakan dengan wajah dan gayanya saja ya Ladies! Kamu juga patut mencurigai pada laman feed seseorang jika banyak perubahan yang sering dilakukan seperti yang Simon lakukan saat ini. Lakukan cinta dengan lebih cermat ya Ladies!



(TIN)