FEATURE

Setiap Gigitan Kue Lapis Legit, Kembalikan Kamu Arungi Waktu

Yatin Suleha
Senin 18 Januari 2021 / 21:08
Jakarta: Benar kata orang, ibu adalah chef terbaik keluarga. Apa pun masakan ibu adalah yang paling terenak. Mau masak apa pun, masakan ibu jadi yang terhebat.

Apakah kamu masih ingat saat ibu memasak masakan atau kue. Di hari-hari spesial bahkan lebih dahsyat lagi, bisa-bisa ibu rela begadang sampai semalam suntuk supaya kuenya jadi dengan hasil yang maksimal.

Termasuk saat Imlek yang sebentar lagi akan dirayakan. Berbagai kue khas Imlek bertaburan, salah satu yang juga harus ada adalah kue lapis legit.
 

Setiap helai lapis legit lalui ruang dan waktu


Saya teringat sewaktu ibu membelikan sepotong kue lapis legit. Masih teringat di memori rasa legit dan manisnya dengan keharuman yang khas dengan sedikit berminyak di bagian plastik di dalamnya.

Walaupun sempat protes karena hanya sepotong kecil, tapi pengalaman menikmatinya tidak pernah hilang hingga saat ini.

Benar kata orang yang otentik tak akan lekang oleh waktu. Rasa, aroma, dan sensasinya. Jangan lupakan juga histori serta filosofinya.

Dilansir dari Wikipedia, dalam kalangan orang-orang Tionghoa, kue lapis legit memiliki sejarah yang sangat mengakar. Sejak zaman dahulu, lapis legit menjadi sajian wajib saat perayaan Tahun Baru Imlek. 

Mereka percaya jika semakin banyak lapisan pada kue tersebut maka semakin berlipat-lipat rezeki yang akan didapatkan.

Lapis demi lapisnya jadi simbol dari kemakmuran atau hoki dan kesejahteraan. Rasanya yang manis serta legit jadi simbol kehidupan yang bahagia bagi warga Tionghoa. Tampilannya cantik nan sederhana dan tak pernah berubah tapi rasanya selalu didamba.


queenzy
(Lapis Surabaya yang juga banyak dipesan pada Shinta. Foto: Dok. Instagram Queenzy Roll Cake/@queenzyrollcake)
 

Queenzy, Si 'Baby' cake ala Shinta


Bicara soal kue dengan filosofinya, di event Imlek juga ada gambaran cinta dan kehangatan keluarga. Cinta bisa hadir saat pandangan pertama. Tapi kuliner juga bisa menghadirkan cinta dari gigitan pertama. 

Medcom.id/gaya bertemu dengan Shinta salah satu chef cantik yang handal dalam membuat kue lapis legit, roll cakes, sampai yang ala kekinian seperti sebut saja Marble Cake. Termasuk ia juga membuat kue untuk event di Imlek ini.

Melalui media sosial bertajuk Queenzy Roll Cake @queenzyrollcake, Shinta juga menghadirkan pengalaman makan kue yang mengembalikan cita rasa otentik yang sangat nikmat. Termasuk si Lapis Legit dan Legit Roll.

Satu gigitan yang membuat jatuh hati sang penikmat rasanya. Legit, manis, harum, lembut yang terasa full Wijsman. Oh, seperti kamu bisa membayangkan ini jadi 'ritual' menenangkan jiwa dan raga sambil menyeruput kopi hangat di sudut sebuah ruangan berhadapan dengan hijaunya tanaman. Semilir-semilir angin sejuk menyeka wajah. 

Tentu tak berlebihan kata-kata bak mutiara ini, karena Shinta menulis dalam Instagramnya ini adalah resep keluarga turun temurun dari nenek, tante, dan masih ia lakukan hingga kini. Dan dahulu ia mengawalinya untuk mengisi waktu luang. 

"Awalnya aku iseng dan hobi ngebake (memanggang kue) sudah dari lama banget, sudah dari 20 tahunan barangkali," buka perempuan cantik yang ramah ini.

Ia mengutarakan bahwa membuat kue awalnya untuk keluarga, kemudian ada juga saat-saat ia memberikan kepada teman-temannya. Dan sejak disetujui 'enak' oleh keluarga dan teman-teman, seperti sebuah kabar baik yang menyebar luas terus-menerus Shinta mulai menjual kuenya dimulai sekitar 10 tahunan yang lalu. Jadi menjual kue adalah justru karena permintaan teman-temannya.

Ia bilang, kalau teman-temannya itu diberikan kue mau terima, tapi lama-kelamaan ada rasa sungkan padanya dan akhirnya meminta Shinta untuk membuat kue yang dipesan dan kemudian ia dibayar. Sejak 10 tahunan itu, ia resmi berkarier menjadi baker handal cakenya yang bertajuk Queenzy Roll Cake. 

Ngomong-ngomong nama Queenzy ini ia ambil lantaran keinginannya jika punya anak perempuan nama cantik ini akan ia berikan. "Kalau punya anak perempuan maunya dikasih nama Queenzy," ujarnya sambil tersenyum.

Ia bersahut bahwa anaknya laki-laki, jadi setuju saja saat kami bilang, "Quuenzy ini sekarang jadi baby-nya Shinta," sejurus jitu ia pun tertawa lepas. Apa pun itu, sepenuh hati Shinta membuatnya seperti menuangkan rasa cintanya.



(Cheese Marble Cake yang menggoda selera. Foto: Dok. Instagram Queenzy Roll Cake/@queenzyrollcake)
 

Istimewa dari hati


Apa keistimewaan kue buatan Shinta? Perempuan berambut panjang ini mengutarakan bahwa semua bahan kue Queenzy Roll Cake adalah premium ingredients. Memakai all Wijsman Dutch Butter yang merupakan salah satu pencipta kenikmatan kue yang lebih gurih, lembut dan beraroma, yang tentunya kamu sudah tahu sudah established sejak 1846 dan terkenal super enak.

Rumus lain kenikmatan tercipta dari tangan Shinta adalah bahan utama lainnya yang juga esensial, yaitu telur. Telur sebagai bahan utamanya adalah telur ayam kampung.

Ia tulis dalam Instagramnya, "Kue berbahan telur ayam kampung jadi lebih tahan lama, lebih legit dan lebih wangi dibanding jika menggunakan telur ayam negeri." 

Formula rahasia kenikmatan lain dari kue buatan Shinta adalah tanpa pengawet, perasa, pewarna, tanpa pengembang buatan, dan tanpa pelembut buatan. Semua adalah hasil asli dari bahan-bahan berkualitas. "Taste buat kita kepuasan kita kepuasan mereka juga," singkatnya.

Ia juga mulai merambah dunia Instagram atas saran temannya Fendi yang juga penggemar berat kue karya Shinta lewat Queenzy Roll Cake ini.


queenzy
(Salah satu hampers khusus yang Shinta keluarkan untuk momen Imlek. Foto: Dok. Instagram Queenzy Roll Cake/@queenzyrollcake)


"Sejak pandemi orang jadi banyak yang jualan kue, dan kenapa enggak dipakai juga (platform Instagram) ini," ucap Fendi yang juga hadir bersamaan dengan Shinta dan pasangan. 

Kue apa saja sih buatan Shinta? "Ada roll cake atau bolu gulung, marmer cake cokelat, rasa keju, rasa kopi, legit roll original, kismis dan prune, Lapis Surabaya klasik dan rasa kopi. Dan legit roll aku yang paling favorit," ujarnya mantap.

Dan di season Imlek ini, Shinta kebanjiran pesanan Lapis Surabaya dan Lapis Legit. Bahkan ia sudah full pemesanan sampai 9 Februari 2021. 

Fendi juga bercerita bahwa ia sangat menyukai kue buatan Shinta ini bahkan sampai ia jadikan hand carry alias buah tangan sampai ke Singapura. "Roll cake dan Marble cheese. Marble cheesenya aku merasa belum ada di tempat lain," tukasnya sambil tersenyum. 

Ia bilang, "Dari semua yang aku liat dan aku liat jelas proses pembuatan aku merasa Queenzy beda dikualitasnya. Aku juga pernah makan kue yang lembut juga dengan harganya di bawah banget tapi ternyata mereka pakai pelembut. Yang aku rasa (Queenzy) ini (makannya) jadi ngerasa lebih aman."

Saat ini Shinta bisa jadi merasa puas karena passionnya dari hati berbuah manis. Tak hanya seputaran Jabodetabek, kuenya juga laris manis hingga ke Medan dan Singapura.

Sebanyak 70 buah Lapis Surabaya dan 50 Legit Roll bisa ia handle dalam satu hari melalui pengawasannya, ia juga dibantu dengan beberapa saudaranya. Dan ia turut terjun langsung dalam semua prosesnya, dari awal mix sampai baking hingga pengemasannya. 

Kue besutan Shinta dibanderol dari harga Rp250 ribu untuk Lapis Legit original dan Rp288 ribu untuk Lapis Surabaya dan spesial Imlek dengan packaging khusus berupa hampers ia banderol dengan harga Rp488 ribu. 

Melihat kesuksesannya ia mengatakan, "Aku happy banget, aku merasa proud of my self gitu. Walau capek rasanya puas melihat orang happy saat orang makan kue aku." Jadi, ia percaya yang datangnya dari hati akan menuju ke hati.
(TIN)