FAMILY

Berlibur di Rumah Saja, Pilihan Terbaik di Masa Pandemi

Raka Lestari
Rabu 28 Oktober 2020 / 12:40
Jakarta: Memasuki masa cuti bersama dan libur panjang, banyak masyarakat yang mungkin tidak sabar untuk menghabiskannya di luar rumah dan berbagai tempat wisata.

Apalagi selama masa pandemi seperti sekarang, menghabiskan waktu di dalam rumah bisa menjadi hal yang membosankan. Akan tetapi, Satgas Covid-19 sendiri menyarankan untuk berlibur di rumah saja selama masa pandemi seperti sekarang.

“Pada masa libur panjang ini ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan masyarakat. Mungkin sebelumnya sering berada di luar rumah, kesempatan ini bisa dilakukan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah yang belum diselesaikan,” ujar Prof. Wiku Adisasmito - Kooridnator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19.

Ia menyebutkan bahwa melakukan aktivitas adalah pilihan yang paling aman pada masa pandemi.

“Ini karena di rumah adalah lingkungan di mana kita biasa berada. Dan masyarakat yang ingin bepergian, pastikan dalam kondisi sehat dan memang bepergian jika memang diperlukan saja,” saran Prof. Wiku.

“Apabila tidak ada keperluan yang mengharuskan bepergian, usahakan untuk tetap di rumah saja karena ada berbagai aktivitas yang bisa dilakukan," pesan Prof. Wiku.

"Sebelum bepergian, untuk memastikan kondisi kita sehat, sebaiknya melakukan skrining terlebih dahulu. Hal ini agar jika kita tidak sehat, kita tidak berpotensi menularkan ke orang lain,” tambah Prof. Wiku.


keluarga
(Pertimbangkan kesehatan si kecil dan keluarga jika kamu dan keluarga akan bepergian. Atau rekomendasi lainnya adalah bisa bercengkrama dengan keluarga di atas kasur dan menonton film kartun bersama si kecil. Foto: Pexels.com)


Dan setelah bepergian, Prof. Wiku juga menyarankan untuk melakukan skrining kesehatan kembali.

“Jangan sampai kita membawa penyakit ke rumah atau ke lingkungan kita. Semua orang harus bersikap waspada dan melakukan proteksi agar tidak tertular penyakit karena saat ini kita berada pada masa pandemi,” tambahnya.

“Jangan sampai setelah adanya libur panjang ini, beberapa minggu kemudian angka pasien bertambah. Seperti yang terjadi pada beberapa waktu lalu, yaitu pada masa lebaran di bulan Mei, Iduladha pada bulan Juli, serta perayaan kemerdekaan Indonesia pada bulan Agustus, yang berdampak adanya kenaikan angka positif di bulan September,” kata Prof Wiku.

Ia menambahkan, “Kami yakin masyarakat belajar dari yang sudah ada, dan harapannya masyarakat bisa menjaga diri dan selalu mempraktekkan 3M. Jangan sampai terjadi lagi keadaan itu."

"Dan memang liburan di rumah merupakan pilihan paling aman. Kalau memang harus sampai keluar rumah usahakan harus tetap aman, nyaman, dan tanpa kerumunan,” papar Prof. Wiku.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 berulang kali menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran pandemi virus korona lewat disiplin protokol kesehatan. Disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan atau 3M menjadi kunci memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangandan #cucitanganpakaisabun.
(TIN)