FAMILY

Tidak Hanya Kulit Merah, Ruam Popok Juga Bisa Sebabkan Infeksi

Raka Lestari
Selasa 16 November 2021 / 14:33
Jakarta: Para orang tua tidak boleh sembarang dalam memilih popok si kecil. Meski terlihat sepele, dampaknya sangat memengaruhi Kesehatan si kecil jika salah memilih. Mengingat, kulit si kecil yang masih rentan dan sensitif tidak seperti orang dewasa. Bahan popok yang mengandung bahan berbahaya dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah ruam kulit akibat popok.

Menurut dr. Scorpicanrus Andreas Tumpal Andreas, M.Ked, Sp., dokter spesialis anak, ruam popok adalah kondisi kemerahan pada kulit bayi di daerah sekitar pemakaian popok. Hal ini disebabkan adanya suasana lembap di sekitar pemakaian popok sehingga muncul infeksi akibat jamur.

“Ruam popok juga dapat disebabkan oleh kemampuan, fungsi dan anatomi kulit bayi karena fungsi kulitnya belum sebaik orang dewasa. Sehingga bahan-bahan popok yang basah atau lembap dapat memicu infeksi jauh lebih cepat dari orang dewasa,” ujar dr. Andreas.

Selain itu, penting diketahui oleh para orang tua bahwa ada faktor lain yang dapat meningkatkan risiko ruam popok. Pertama, bayi memiliki riwayat alergi atau dermatitis atopik.

“Pemakaian popok yang kurang tepat seperti ukurannya, bahannya yang tidak baik dan daya serapnya tidak maksimal serta tidak mengganti popok dalam waktu 3-4 jam,” jelas dr. Andreas.
 

Selain ruam, ini bahaya salah pilih popok


Bukan hanya ruam kulit, salah pilih popok juga dapat memicu infeksi bakteri yang menyebabkan demam. Parahnya lagi, ruam popok yang tidak segera ditangani dapat menjadi nanah.

“Saat terjadi ruam popok, bakterinya nanti akan menempel dan memicu adanya infeksi bakteri. Efeknya nanti akan ke seluruh tubuh, misalnya anaknya demam atau nanti ruamnya ada nanahnya. Jika hal itu terjadi, maka penanganannya juga akan berbeda,” jelas dr. Andreas.

Menurut dr. Andreas, ruam popok berbahaya jika tidak segera ditangani karena terjadi pada daerah alat vital anak. Ruam popok lama kelamaan akan menimbulkan nyeri, sehingga membuat bayi tidak nyaman dan memengaruhi kurangnya waktu tidur dan kualitas menyusui bayi. Saat kualitas menyusui berkurang, pertumbuhan bayi akan terhambat.

“Si kecil harus dibawa ke dokter jika terjadi gangguan misal anak yang mulai rewel, ditemukan infeksi, ruam hebat sampai menimbulkan luka-luka. Biasanya anak akan diberikan obat atau cream yang berbeda dari baby cream pada umumnya,” tutup dr. Andreas.
(FIR)