FAMILY

Ibu Tetap Boleh Menyusui, Ada Antibodi Covid-19 yang Mengalir dalam ASI

Kumara Anggita
Selasa 03 Agustus 2021 / 14:46
Jakarta: Di masa pandemi ini, para ibu yang menyusui bayinya tentunya semakin khawatir pada si kecil. Apakah aman memberikan ASI Eksklusif pada bayi.

Kondisi ini pun juga membuat ibu takut untuk memberikan ASI ketika sedang positif covid-19. Kira-kira aman tidak ya menyusui anak dalam keadaan sakit covid-19?

Dr. Nia Wulan Sari, CIMI, Dokter Umum Konselor Laktasi RS Pondok Indah – Bintaro Jaya menjelaskan bahwa pemberian ASI merupakan hal yang amat penting. 

Bagaimanapun, ASI merupakan nutrisi terbaik yang paling penting, yang menjadi sumber pertahanan tubuh dan juga stimulasi bagi si kecil sejak dini.

Bayi yang tidak mendapat ASI memiliki risiko lebih mudah sakit dibandingkan bayi yang mendapat ASI. Kandungan pada ASI dapat memberikan antibodi pada si kecil yang membantunya terhindar dari infeksi saluran napas (ISPA), diare, infeksi telinga, serta berbagai penyakit lainnya. Bayi yang tidak mendapat ASI juga lebih berisiko untuk mengalami obesitas.


covid
(Dr. Nia Wulan Sari, CIMI, Dokter Umum Konselor Laktasi RS Pondok Indah – Bintaro Jaya menjelaskan pemberian ASI pada bayi dari ibu yang sedang positif covid-19 tetap bisa dilakukan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Ia juga mengatakan bahwa efek perlindungan ASI juga sangat kuat dalam melawan infeksi penyakit melalui peningkatan daya tahan tubuh bayi. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa terdapat antibodi covid-19 yang mengalir dalam ASI. 

Sampai saat ini, belum ada bukti penularan covid-19 secara langsung dari ibu kepada anaknya melalui ASI, dan hanya antibodinya yang ditemukan dalam ASI. Karenanya, ibu positif covid tetap disarankan untuk memberikan ASI pada bayinya. 

Proses menyusui bisa tetap dilanjutkan dengan catatan ibu tidak memiliki gejala, atau hanya bergejala ringan saja, dan mampu menyusui. Hal ini juga dilakukan untuk memelihara interaksi (skin to skin contact) antara ibu dan bayi.

Apabila ibu mengalami gejala covid-19 yang sedang hingga berat hingga menyulitkan pemberian ASI, bayi dapat diberikan donor ASI perah (ASIP) atau ASI donor yang sudah di-screening sesuai persyaratan untuk memastikan higienitas ASIP dari penyakit menular. 

Pemberian ASIP dapat dilakukan menggunakan media seperti cup feeder, sendok, atau pipet agar meminimalisir bayi mengalami bingung puting.
(TIN)