FAMILY

5 Alasan Mengapa Sulit Melepaskan Hubungan yang Tidak Sehat

Mia Vale
Rabu 04 Mei 2022 / 15:05
Jakarta: Mungkin terasa mengejutkan untuk melihat ke belakang dan menyadari betapa tidak sehatnya suatu hubungan dan bertanya-tanya bagaimana kamu bisa bertahan selama itu.

Atau kamu mungkin bertanya-tanya, mengapa seorang teman atau anggota keluarga tetap berada dalam hubungan yang jelas-jelas membuat mereka tidak bahagia. 

Sering kali, bukan kurangnya kesadaran yang membuat orang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat. Jauh di lubuk hati ada suara yang meminta perhatian mereka mendesak mereka untuk menghadapi kebenaran tetapi itu dikubur karena ketakutan yang mendasarinya.

Jika kamu mengalami kesulitan melepaskan hubungan yang tidak sehat, pertimbangkan apakah salah satu dari alasan berikut berperan.
 

Kamu takut sendirian 


Bagi banyak orang, rasa takut sendirian, dan harga diri yang rendah, adalah motivator yang kuat untuk tetap menjalin hubungan melewati tanggal 'kedaluwarsa' mereka. 

Namun, seperti yang dikutip dari Psychology Today, ketika menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak cocok dengan kamu, kamu akan sering merasa sendirian karena merasa tidak dicintai dan diperhatikan dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.


ciri hubungan yang tidak sehat
(Terkadang kamu terjebak dalam hubungan yang tak sehat karena kamu masih berpegang bahwa dia akan berubah. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Takut untuk memulai yang baru


Sunk-cost fallacy mengacu pada fenomena di mana seseorang ragu-ragu untuk menghentikan sesuatu yang telah mereka mulai karena mereka telah menghabiskan banyak waktu dan energi untuk itu. Meskipun itu adalah kepentingan terbaik mereka untuk mengubah arah. 

Kekeliruan ini mungkin berperan dalam kesulitan kamu melepaskan hubungan yang tidak sehat. Dengan begitu, biasanya sebagian dari kamu akan mendorong untuk menyelesaikannya karena takut mulai dari awal lagi. 
 

Masih terus berharap


Berpegang teguh pada harapan bahwa orang yang menjalin hubungan dengan kita akan berubah adalah resep kekecewaan tapi juga mengaburkan kemampuan kita untuk melihat 'bendera merah' di depan kita.

Karena, kamu masih berpegang bahwa dia akan berubah. Akibatnya, kamu akan kesulitan melepaskannya karena terus hidup dalam pengharapan.
 

Merasa memiliki chemistry yang kuat


Kadang pada suatu hubungan, kita merasa mempunyai chemistry yang kuat dengan pasangan. Namun, hal itu bisa disalahartikan sebagai kompatibilitas.

Ini menetapkan dasar untuk menjadi terikat secara prematur pada fantasi, daripada orang yang ada di depan mata. Akibatnya, melepaskan hubungan berarti harus menghadapi bahwa fantasi ini tidak nyata.
 

Pasangan kasar secara emosional


Hal ini tentu akan membuat kamu bertanya dan meragukan diri sendiri. Seorang pasangan yang secara teratur menyalahgunakan dan memanipulasi kamu tidak bertanggung jawab dan akan sering membuat merasa seolah-olah kamu yang salah.

Akibatnya, kamu akan menyalahkan diri sendiri atas segala sesuatu yang salah dalam hubungan dan yakin bahwa kamu lah masalahnya, bukan hubungannya. 

(TIN)