FAMILY

4 Ide Permainan Interaktif untuk Siapkan Anak Kembali ke Sekolah

Yuni Yuli Yanti
Senin 22 November 2021 / 15:00
Jakarta: Seperti diketahui, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas akan masuk dalam beberapa tahapan, di mana artinya anak akan tetap banyak berada di rumah dan belajar dari rumah. Untuk mengimbangi proses belajar di sekolah dan juga di rumah, alangkah baiknya apabila orang tua tetap mendampingi dan menstimulasi fisik dan sensorik anak dengan bermain.

Jadi, ketika tiba saatnya mereka kembali belajar di sekolah mereka tidak memiliki kesulitan untuk mengikuti pelajaran yang berlangsung ataupun terdampak learning loss secara signifikan. 

Grace Melia, Therapeutic Play Practitioner dan Montessori Diploma in Training menjelaskan yang perlu diingat, bermain adalah sarana belajar sehingga untuk anak-anak bermain adalah sebuah kebutuhan dan bukan saja bersifat rekreasi.

Materi pendidikan anak usia dini memang diarahkan untuk bermain sambil belajar. Melalui berbagai metode belajar dengan metode bermain, diharapkan dapat mendukung anak untuk tumbuh serta mandiri dan memiliki kontrol akan lingkungannya. 


(Grace menyarankan ketika waktunya untuk belajar maupun bermain pastikan orang tua hadir untuk anak sebisa mungkin. Dan jangan lupa untuk have fun serta ajak anak-anak berkomunikasi dan bercengkrama sebanyak-banyaknya. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


"Melalui bermain pula, anak dapat menemukan hal baru. Mereka bisa bereksplorasi, meniru, dan mempraktekkan kehidupan sehari-hari sebagai sebuah langkah dalam membangun keterampilan untuk menolong dirinya sendiri," jelas Grace dalam rangkaian acara Cussons Bintang Kecil 2021 yang bertajuk “Sesi Inspirasi Bunda” melalui platform IG Live.

Grace juga memberikan beberapa tips dan ide untuk kreatif mengajak anak bermain dengan menstimulasi memori maupun fisik dan ruang gerak mereka. Beberapa contoh permainan yang dapat dilakukan adalah :
 

Do It Yourself (DIY) Painting 

Pernahkah Moms dan Dads memperhatikan ketika anak mulai belajar mencoret-coret berbagai permukaan seperti kertas, meja, atau bahkan tembok? Terutama saat masa tumbuh kembangnya, anak sudah mulai bisa mengontrol gerakan motoriknya. Hal ini menjadikan anak antusias melakukan berbagai beraktivitas menggunakan tangan.

Karena itu, mari gunakan kesempatan ini untuk mulai mengajari anak berkarya. Hal ini akan sangat membantu merangsang kreativitas dan pengetahuan mereka akan warna, bentuk dan hal lainnya yang sudah pasti membantu proses lanjutan belajar di sekolah.


(Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
 

DIY Puppet Show 

Aktivitas yang satu ini sangat merangsang kreativitas dan dapat mengasah kemampuan anak berkomunikasi dan bercerita. Di satu sisi bermain dengan cara seperti ini akan membantu mengasah kemampuan berbahasa anak. Dengan memperkenalkan banyak karakter serta sifat dan juga kelebihan dan kekurangannya maka anak akan terbiasa mendengar dan juga menyusun cerita untuk mereka ceritakan kembali. Hal ini dapat membantu mereka untuk memudahkan berteman, sharing dan juga bercanda bersama keluarga dan teman di sekolah.


(Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
 

Collaborative Drawing 

Dengan melakukan kolaborasi dan menggambar bersama, anak dapat belajar mengasah imajinasi dan juga kemampuan mereka berbahasa dan berkreativitas semaksimal mungkin. Menentukan warna, bentuk dan ragam diskusi lainnya yang terjalin antara anak dan orang tua tentunya akan membawa banyak kegembiraan serta mempererat bonding.


(Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
 

DIY Craft (membuat bentuk) 

Disesuaikan dengan preferensi anak dan juga minat dan bakatnya, orang tua dapat memilih bentuk-bentuk yang familiar dan disukai anak untuk kemudian dijadikan proyek bersama. Misalkan, anak menyukai binatang (dinosaurus), buah (semangka/apel), makanan (pizza, ayam atau brokoli) ataupun bentuk lainnya, semuanya dapat dijadikan subjek untuk dibuatkan bentuk DIY craft-nya. Keterlibatan orang tua dalam membuat proyek ini akan sangat berkesan dan menyenangkan bagi anak.


(Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
(yyy)