FAMILY

Kesadaran Bumil Melakukan USG Masih Rendah

A. Firdaus
Jumat 07 Januari 2022 / 17:10
Jakarta: Kesadaran ibu hamil untuk memeriksakan kandungan menggunakan Ultrasonografi (USG) dinilai masih rendah. Padahal, pemeriksaan ini sangat penting untuk mengetahui perkembangan janin di kandungannya.

Apabila si ibu hanya memeriksakannya saat awal dan akhir masa kehamilan, maka berisiko melewatkan golden period atau masa emas yang bisa saja terjadi pertumbuhan abnormal pada janin.

"Kesadaran ibu hamil di Indonesia untuk lakukan USG secara rutin masih rendah. Padahal, pemeriksaan itu juga bisa mempercepat temuan kelainan jika terdapat pada bayi dan kemungkinan tindakan medis yang bisa dilakukan," ujar dr. Aziz Fahrudin, Sp.OG., saat ditemui Pre Opening Klinik Halomed Rumah Sakit Menteng Mitra Afia.

Sejatinya, pemeriksaan kandungan melalui USG dilakukan empat bulan sekali selama kehamilan. Yaitu, sekali pada semester awal, dua kali pada pertengahan semester, dan sekali saat akhir semester.

"Jika memang kondisi janin masih normal sejak pemeriksaan pertama pada semester awal, disarankan USG cukup dilakukan 4 kali selama 9 bulan masa kehamilan. Kecuali ada indikasi bayi mengalami kelainan," jelas dr. Azis.

"Atau katakanlah 2 minggu sekali, asalkan dengan indikasi misalnya karena bayinya kecil, bayinya ada kelainan. Maka hal itu perlu dilakukan pemeriksaan per 2 minggu sekali," sambung dr. Aziz.

Kendati demikian, dr. Aziz juga membolehkan bumil melakukan pemeriksaan USG setiap bulan. Meski hal itu takkan memengaruhi kondisi bayi dalam kandungan.
(FIR)