FAMILY

Teknik Pengosongan agar Menyusui Lebih Melimpah

Raka Lestari
Senin 03 Mei 2021 / 13:12
Jakarta: Banyak ibu menyusui yang mungkin belum mengetahui bagaimana caranya agar produksi ASI mereka bisa melimpah. Selain asupan makanan dan dukungan dari orang-orang sekitarnya, ada cara lain yang juga perlu diperhatikan agar produksi ASI bagi ibu menyusui bisa melimpah.

“Tekniknya itu, yang penting adalah teknik pengosongan pada payudara. Payudara itu kalau kosong, dia akan otomatis mengisi lagi sehngga produksi ASI akan melimpah,” ujar dokter spesialis anak sekaligus konselor laktasi dr. Wiyarni Pambudi, Sp.A., IBCLC, dalam acara FESTIVAL 100% ASIMOR yang dilakukan secara virtual pada Jumat, 30 April 2021 lalu.

Menurut dr. Wiyarni, semakin jarang ibu menyusui tersebut memberikan ASI kepada bayinya maka itu akan mengurangi jumlah produksi ASI. 

“Kalau demand dari bayi juga jarang, maka produksi ASI juga akan terganggu. Untuk itu, sebaiknya setiap bayinya ingin ASI langsung saja diberikan,” ujarnya.

“Saya juga sebenarnya menyarankan agar ketika baru lahir, anaknya itu dirawat gabung dengan ibunya sehingga ketika anaknya ingin menyusui maka ibu bisa langsung memberikannya. Itu juga dilakukan agar merangsang produksi ASI pada ibunya sehingga produksi ASI yang dibutuhkan anaknya itu bisa terpenuhi,” kata dr. Wiyarni.

Namun, ia menyebutkan bahwa teknik pengosongan payudara ini sebaiknya diberikan secara langsung kepada bayi. “Ibu yang mengosongkan ASI dengan alat pompa tentu hasilnya akan berbeda. Alat pompa tidak bisa merangsang produksi ASI,” tutur dr. Wiyarni.

“Kalau mengosongkan langsung dengan mulut bayi, maka itu akan merangsang hormon prolaktin yang berguna untuk mengaliri ASI. Menyusui secara langsung juga meningkatkan interaksi ibu dengan anak. Dengan adanya interaksi tersebut, selama 24 jam ibu akan mendapatkan hormon oksitosin, hormon prolaktin,” jelas dr. Wiyarni.

Ia menjelaskan bahwa jika hormon prolaktin berguna untuk mengaliri ASI, maka hormon oksitosin berguna untuk mengeluarkan ASI. Selain itu, ia juga menyarankan agar tidak menahan-nahan atau menjadwalkan pemberian ASI pada anak.

“Kalau hormon oksitosinnya banyak, tetapi membatas-batasi pemberian ASI atau menyusuinya dijadwalkan itu sebenarnya tidak disarankan karena bisa mengurangi produksi prolaktin,” tutup dr. Wiyarni.
(TIN)