FAMILY

Cara Orang Tua agar Anak Tipe Picky Eater Doyan Makanan Bergizi

Raka Lestari
Rabu 28 Juli 2021 / 15:32
Jakarta: Memiliki anak yang picky eater atau pemilih dalam hal makanan, tentu membuat orang tua merasa khawatir. Anak yang picky eater juga dikhawatirkan tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup bagi tubuhnya. Lalu, apa yang bisa dilakukan orang tua jika anak picky eater?  

“Untuk orang tua, namanya anak pasti akan ada fase tidak mau makan. Jadi yang pertama kita sabar dulu, jangan langsung marah-marah karena mungkin saja si anak ada yang dirasakan tapi belum bisa diungkapkan,” ujar dr. Lucia Nauli Simbolon, SpA - Dokter Spesialis Anak.

Jika mengalami hal tersebut, dr. Lucia menyarankan agar orang tua bisa memberikan makanan dalam porsi kecil-kecil terlebih dahulu tapi sering. Dengan catatan, makanan yang bergizi yang ditawarkan kepada anak.

Langkah berikutnya, orang tua harus bisa mengatur waktu makan untuk mereka. Jangan kemudian, tidak mau makan langsung diganti dengan susu. Yang terjadi, Nanti anaknya tetap akan tidak mau makan, malah lebih memilih minum susu.

“Kemudian sajikan tampilan yang menarik, variasikan dengan beragam rasa. Jangan yang berkuah terus, sesekali kita goreng sendiri juga boleh. Perlengkapan makan yang menarik, kemudian tidak distraksi dengan tv atau gadget,” jelas dr. Lucia.

Beberapa cara yang salah juga kerap dilakukan orang tua, salah satunya memberikan gadget agar anak nafsu makan. Padahal cara tersebut tidak boleh dilakukan.

"Pada anak yang lebih besar kita bisa libatkan si kecil saat mengolah makanan. Itu akan membantu untuk pilihan rasanya. Jadi si anak ditanya mau makan apa hari ini? Kita libatkan dari cara mencucinya kemudian mengolahnya,” saran dr. Lucia.

Beberapa orang tua ada juga yang memberikan anak makanan siap saji untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Padahal, dalam memberikan makanan siap saji menurut dr. Lucia orang tua harus membaca terlebih dahulu untuk label makanannya.

“Misalnya kandungan karbohidratnya berapa, kandungan gulanya tinggi atau tidak, kandungan lemaknya tinggi atau tidak. Dan lemaknya itu lemak yang baik atau lemak jenuh,” pungkas dr. Lucia.
(FIR)