FAMILY

Perlukah Nyicil Kendaraan Saat Baru Bekerja?

Kumara Anggita
Selasa 03 Maret 2020 / 19:18

Jakarta: Saat baru mendapat pekerjaan dan akhirnya mendapatkan penghasilan sendiri, beberapa orang ingin langsung membeli atau meng-upgrade kendaraannya jadi lebih baru. Karena harganya tidak murah, maka mereka memilih untuk menyicilnya sedikit demi sedikit. 

Namun, apakah menyicil kendaraan adalah ide yang bagus untuk diterapkan di awal-awal bekerja? Berikut penjelasan dari Syafirah selaku VP of preffered client Jouska Indonesia.

Lihat tujuan pembelian 

Sebelum cicil kendaraan yang harganya tidak murah, hal yang paling penting untuk dijadikan pertimbangan adalah melihat tujuan pembeliannya. Bila hanya untuk memuaskan sisi konsumtif, maka hasilnya tidak akan menguntungkan.

Menurut Syarifah, harus di flashback kebutuhan menyicil mobil atau motor untuk apa karena sifatnya jadi hutang. Kewajiban ini produktif atau konsumtif. Kalau ambil mobil ada potensi untuk disewakan tidak ada masalah. 

“Contohnya ada kejadian nyicil mobil ambil cicilan 0 persen lalu sudah ada yang kontrak dua tahun sewa. Akhirnya dia dapat mobil, ibaratnya tanpa harus dibayar dari income. Ini fine saja. Akan tetapi, kebanyakan yang diambil orang buat konsumtif saja. Padahal alternatifnya sudah banyak ada transportasi online. Nanti baru berhitung lagi misalnya keperluannya ini buat anak,” tuturnya.  

Sesuaikan cicilan atau pembelian dengan pendapatan 

Tentunya kamu juga harus melihat penghasilan cukup atau tidak setiap bulannya untuk menyicil kendaraan yang mau dibeli. Jangan sampai cicilan ini mengganggu kebutuhan dasar kamu yang lebih penting. 

“Bisa ambil dengan nominal berapa sesuaikan dari pendapatan. Lihat yang diambil jenis bunga kreditnya seperti apa. Kalau sudah tahu, dari rasio income dan sesuai ok saja,” ujarnya. 

embed

(Sebelum cicil kendaraan yang harganya tidak murah, hal yang paling penting untuk dijadikan pertimbangan adalah melihat tujuan pembeliannya. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Lihat masa ekonomisnya 

Tak hanya pertimbangkan kamu sanggup atau tidak, perlu juga untuk menghitung biaya penyusutan. Apakah saat kamu hitung-hitung tetap menguntungkan?

“Kalau sudah ok baru berpikir ini cicilan berapa tahun. Lihat masa ekonomis mobilnya. Misalnya mobil dua tahun 150 juta. Selama dua tahun kamu kena bunga 50 juta padahal harga mobilnya dua tahun bisa 100 juta,” terangnya. 

embed

(Tentunya kamu juga harus melihat penghasilan cukup atau tidak setiap bulannya untuk menyicil kendaraan yang mau dibeli. Jangan sampai cicilan ini mengganggu kebutuhan dasar kamu yang lebih penting. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)

Pertimbangkan ada biaya-biaya tambahan lainnya

Perlu diingat pula bahwa membeli kendaraan baru membuat kamu harus membayar hal-hal administratif dan juga service-nya. Apakah uang masih cukup untuk membiayai itu?

“Klasifikasi aset mobil ini kita mau pakai atau jadi investasi. Kalau pakai, ada biaya yang harus dikeluarkan. Ada biaya pajak. Pengeluarannya meluas. Transport naik. STNK, service mobil akhirnya bonus tahunannya bayar itu. Yang dipikirin bukan sekedar bisa bayar cicilan namun mampu tidak gaya hidup naik karena bisa jadi ada mobil Anda jadi sering ke mall,” tambah Syarifah. 

Dari beberapa pertimbangan itu, bila kamu merasa mampu melakukannya dan mendapatkan keuntungan dari sana, maka tak ada salahnya untuk menyicil kendaraan impian.

“Kalau worth it dan mampu lanjutkan. Berarti ini memang kebutuhan. Kalau belum tidak usah dulu. Belom dilevel tersebut. Lihat berdasarkan apa yang benar-benar kita butuhkan. Nambah mobil keempat perlu tidak,” tutupnya. 


(yyy)