FAMILY

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan Si Kecil

Raka Lestari
Selasa 14 September 2021 / 16:00
Jakarta: Pertumbuhan dan pembentukan daerah kepala, wajah, mulut, dan gigi dimulai saat memasuki kehamilan trimester pertama. Proses pembentukan gigi dimulai sebelum gigi tersebut muncul.

Bahkan, gigi permanen pun mulai dibentuk saat usia kehamilan 4 bulan, padahal gigi ini baru keluar saat seorang anak rata-rata berusia 7 tahun. Kesehatan gigi susu juga penting untuk dijaga demi menjaga ruangan untuk gigi penggantinya.

Drg. Annisa Khairani, Sp. KGA, Dokter Spesialis Gigi Anak RSUI menjelaskan bahwa tidak hanya kesehatan gigi saja yang penting untuk diperhatikan pada bagian mulut. Jaringan lunak seperti gusi dan lidah juga penting untuk diperhatikan agar tidak terjadi masalah ke depannya.

“Masalah pada mulut dapat mengganggu proses mengunyah dan menelan, yang nantinya dapat mempengaruhi jumlah asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh anak. Stimulasi yang tepat di usia yang tepat, salah satunya dengan penyesuaian tekstur MPASI juga penting untuk dilakukan," tuturnya.

Infeksi rongga mulut dapat terjadi akibat berbagai faktor, utamanya kualitas gigi anak. Sehingga penting bagi ibu untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang agar kualitas gigi anak baik. Kemudian, faktor lainnya yang dapat menyebabkan infeksi yaitu akibat bakteri dan substrat sisa makanan.

“Substrat sisa makanan terutama dari makanan dengan kandungan gula tinggi, jika menempel pada gigi dalam waktu yang lama dapat menjadi sumber energi bagi bakteri untuk melakukan metabolisme. Produk metabolisme ini dapat menghasilkan suasana asam pada mulut, pH turun pada rongga mulut, sehingga struktur mineral gigi akan tertarik keluar, yang akhirnya jika dibiarkan akan terjadi kerusakan gigi,” jelas drg. Annisa.


(Kurangi makanan manis untuk mencegah karies pada gigi si buah hati. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)


Apabila terjadi karies gigi, anak akan menjadi picky eater karena tidak bisa mengonsumsi makanan bertekstur keras dan hanya bisa mengemut makanan. Akhirnya, asupan gizinya menjadi kurang dari kebutuhan.

Drg. Annisa menyebutkan ada beberapa cara untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut anak diantaranya dengan pembersihan yang optimal. Pembersihan ini bukan hanya dilakukan saat gigi muncul. Orang tua juga harus memberikan stimulasi agar jika nanti anak sudah bisa memulai sikat gigi, anak tidak kaget atau mual saat ada sesuatu yang masuk ke mulutnya.

“Jangan sampai menyepelekan karies pada gigi anak, segera konsultasi ke dokter, jika mengalami masalah agar tidak memengaruhi asupan makanan, kurangi makanan manis, dan jangan sampai anak kecanduan,” tambah drg. Annisa.

Tidak hanya bebas infeksi, orang tua juga perlu memperhatikan gigi anak agar memiliki bentuk, ukuran dan posisi yang tepat pada tempatnya.
(yyy)