FAMILY

4 Mitos Tentang Perawatan Bayi yang Tidak Boleh Dipercaya!

Raka Lestari
Rabu 07 Oktober 2020 / 13:23
Jakarta: Meskipun perkembangan jaman sudah semakin maju, masih banyak orang tua yang mempercayai mitos-mitos mengenai bayi. Padahal, mitos-mitos yang beredar tersebut belum tentu sepenuhnya benar lho!

Berikut ini mitos-mitos yang kerap beredar di kalangan orang tua dan faktanya: 

Menggendong bayi ketika menangis akan memanjakan mereka 

Orang tua seringkali diingatkan untuk tidak menggendong bayi mereka ketika sedang menangis karena hal itu bisa membuat bayi menjadi ketergantungan dan selalu minta digendong. Padahal, sebenarnya hal ini sama sekali tidak benar.

"Menggendong bayi tidak akan memanjakan mereka," kata Dr Aliza Pressman, psikolog perkembangan di Mount Sinai Hospital, New York. Sebaliknya, orang tua harus berusaha untuk menyentuh dan memeluk bayi mereka sesering mungkin karena hal itu mengajarkan otak bayi cara untuk menenangkan diri.

Semakin cepat bayi bisa berjalan akan menjadi anak pintar

Presman mengatakan hal tersebut belum tentu benar, bahwa bayi yang bisa berjalan pada usia yang lebih cepat maka akan menjadi anak yang pintar. Pasalnya, keterlambatan motorik mungkin juga dapat dikaitkan dengan masalah medis yang ada. 

“Jika seorang anak mengalami keterlambatan dalam berjalan atau perkembangan motorik lainnya, itu perlu didiskusikan dengan dokter anak,” anjur Pressman.


(Orang tua perlu membangunkan bayi pada minggu-minggu pertama kehidupannya setiap 3–4 jam jika mereka tidak bisa bangun sendiri. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

Jangan membangunkan bayi yang sedang tidur 

Dr Blair Hammond, seorang dokter anak dari Mount Sinai Hospital, New York menuturkan bahwa bayi yang baru lahir harus sering diberi makan. Menurutnya, itulah mengapa orang tua perlu membangunkan bayi pada minggu-minggu pertama kehidupannya setiap 3–4 jam jika mereka tidak bisa bangun sendiri. Dan, seiring bertambahnya usia bayi, kamu boleh membiarkan bayi untuk tidur dalam jangka waktu yang lebih lama.

Panjang tubuh bayi menentukan tinggi badan mereka di masa depan

Orang tua biasanya terpaku pada tinggi badan bayi ketika lahir sebagai acuan untuk mengetahui seberapa tinggi bayi ketika sudah beranjak dewasa. Akan tetapi, Dr Hammond dan Dr Pressman mengatakan hal tersebut bukanlah indikator yang akurat.

Menurut keduanya, prediktor yang baik untuk tinggi badan bayi adalah tinggi badan kedua orang tuanya sendiri. Hal itu juga akan berubah ketika mereka memasuki masa pubertas. Semakin tua seorang anak mulai melewati masa pubertas, mereka memiliki lebih banyak waktu untuk terus tumbuh.
(yyy)