FAMILY

Cemas Cuma Bikin Hubungan Retak, Begini Cara Mengatasinya

Kumara Anggita
Kamis 24 Desember 2020 / 13:00
Jakarta: Orang dengan kecemasan mungkin akan senang memiliki pasangan, namun di sisi lain mereka juga bisa merasa semakin cemas. Kecemasan itu bila tidak diatasi dengan baik, pada akhirnya bisa mengambil alih hubungan dan bahkan bisa membuatnya hancur.

Dikutip dari Huffpost, ada beberapa cara untuk mengendalikan kecemasan itu antara lain:
 

1. Praktikkan kerentanan secara bertahap


Keintiman sejati adalah membiarkan seseorang masuk dan memberi mereka akses ke bagian-bagian diri kamu yang disembunyikan dari bagian dunia lain. Namun, ketika kamu memiliki kecemasan, kamu mungkin khawatir bahwa mengungkap sisi diri kamu yang berantakan, nyata, dan rumit dapat membuat pasangan jadi tidak suka lagi denganmu.

Jangan menjadi mangsa pemikiran seperti itu. Jika orang ini mencintai kamu, mereka akan mencintai semua sisi kamu.

“Selain itu, kamu tidak harus berbagi perasaan terdalam dan tergelap sekaligus,” kata psikolog Stacey Rosenfeld.

“Bereksperimenlah dengan 'eksposur' kecil, latihan di mana kamu mencoba menjadi rentan dengan pasangan kamu dan, saat kepercayaan diri kamu terbangun, bekerja menuju peningkatan kerentanan seiring waktu. Ketakutan yang terkait dengan kerentanan akan berkurang dengan peningkatan keterpaparan,” lanjutnya.
 

2. Komunikasikan ekspektasi kamu dengan jelas


Siapa pun yang memiliki kecemasan terjebak dalam putaran pikiran. Pemikiran seperti itu sangat merusak hubungan. Misalnya, mungkin pasanganmu enggak menelepon kamu setelah bekerja beberapa malam berturut-turut seperti biasanya. Karena terjebak dalam lingkaran pemikiran, kamu mengira dia bosan dengan kamu, padahal sebenarnya dia dalam tenggat proyek.

Kamu enggak ingin terus-menerus meminta kepastian dari pasangan kamu, tetapi jika ada sesuatu yang terus-menerus mengganggu kamu, bicarakanlah. Katakan:

'Aku tahu kamu sibuk, tapi aku sangat menantikan teleponmu malam ini. Ketika aku tidak mendengar dari kamu, pikiran aku terjebak dalam cerita bahwa kamu muak dengan aku'.

"Orang dengan pikiran cemas merenung. Kebanyakan orang dengan kecemasan akan merenung dan membayangkan hal terburuk yang mungkin terjadi. Daripada merusak hubungan kamu, klarifikasi dan komunikasikan apa ekspektasi kamu dari awal sehingga pikiran kamu tidak harus memikirkan tempat-tempat yang paling buruk,” kata Jenny Yip, psikolog yang tinggal di Los Angeles.
 

Menerima pasanganmu


Bagian dari mengelola kecemasanmu melibatkan melepaskan kebutuhan untuk mengendalikan hal-hal yang sama sekali di luar kendali kamu termasuk beberapa kebiasaan pasangan kamu yang menyebalkan.

“Bagi mereka yang cemas, seringkali ingin mengendalikan situasi, tetapi kamu tidak selalu bisa melakukannya seperti itu,” kata Yip.

“Kamu bisa menyampaikan keinginanmu, tetapi bukan berarti kamu memiliki pasangan yang buruk jika keinginan kamu tidak terpenuhi persis seperti yang kamu bayangkan. Kamu harus merayakan individualitas pasanganmu,” paparnya.
(FIR)