FAMILY

Kasus Covid-19 pada Anak Meningkat, Moms Harus Bijak Memilih Berita

Raka Lestari
Kamis 22 Juli 2021 / 10:57
Jakarta: Seiring dengan lonjakan kasus covid-19 di Indonesia, angka infeksi pada anak juga meningkat. Bahkan, kasus kematian anak akibat covid-19 juga ikut meningkat. Menurut data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dari seluruh anak-anak yang meninggal akibat covid-19, 50 persen lebih, terjadi pada balita.

Mengenai hal tersebut, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Teman Bumil dan Populix terhadap 310 orang yang menggunakan aplikasi Teman Bumil menunjukkan bahwa, 81% merasa sangat khawatir dengan peningkatan kasus tersebut. Survei menunjukkan bahwa 62% orang tua merasa kekhawatiran tersebut hingga gelisah, dan 29% mengalami sulit tidur.

Psikolog Belinda Agustya P.P, M.Psi mengatakan bahwa, orang tua sebaiknya bijak menyaring berita mana yang akurat dan berita mana yang tidak benar. Moms disarankan fokus pada hal-hal yang bisa dikontrol.

"Fokus pada hal yang bisa dikontrol, misalnya menjaga kesehatan keluarga, dan menjaga interaksi antara Moms dan anak agar tetap positif. Jika khawatir dan stres, interaksi dengan anak bisa terganggu dan hal ini bisa menurunkan daya tahan tubuh orang tua maupun anak," jelas Belinda.

Orang tua juga disarankan untuk melihat situasi pandemi dari sudut pandang yang lebih luas dan positif. Jangan terlalu fokus pada hal-hal negatif saja. Misalnya, mungkin sejak pandemi, Moms jadi lebih kenal dan dekat dengan anak.

Kekhawatiran bisa membuat seseorang menjadi tidak bisa tidur atau malah ingin tidur terus, ataupun menyebabkan nafsu makan turun atau sebaliknya. Namun, selama tidak mengganggu aktivitas, hal tersebut dianggap sebagai respon stres normal.

"Kekhawatiran dianggap tidak normal jika sampai membuat kita kehilangan minat melakukan apapun dan membuat kita jadi tidak produktif. Jika hal ini terjadi, orang tua disarankan untuk segera konsultasi ke psikolog atau psikiater," pungkas Belinda.
(FIR)