FAMILY

Pentingnya Sarapan sebelum Anak Belajar dari Rumah

A. Firdaus
Jumat 20 November 2020 / 06:00
Jakarta: Ketika semua aktivitas dilakukan di rumah, seperti belajar, membuat kesadaran kita sebagai orang tua untuk memberikan anak-anak sarapan berkurang. Padahal, sarapan menunjang anak-anak untuk siap melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Bisa dibayangkan, anak-anak menghabiskan waktu 5 sampai 7 jam belajar secara daring. Mereka harus selalu fokus dan berkonsentrasi agar tetap dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

Dampak penggunaan teknologi yang berlebihan juga menyebabkan pola makan yang tidak teratur dan tidak sehat. Orang tua perlu memahami bagaimana dapat membantu anak-anak agar fokus pada pembelajaran jarak jauh mereka setiap harinya.

Untuk itu, Ahli Gizi Dr. Rita Ramayulis DCN, M. Kes, menegaskan pentingnya sarapan untuk anak. Sebab saat tidur anak menggunakan banyak energinya untuk pembentukan hormon.

Pertumbuhan yang akan bertugas mengembangkan amal serta meregenerasi berbagai sel. Saat tidur anak juga akan mengalami penurunan kadar gluksosa darah yang signifikan setelah lima jam tak makan.

Jika tak mendapatkan sarapan yang bergizi, anak pun bakal memiliki dampak seperti tidak mempunyai energi dan zat besi yang cukup. Sehingga tak mendukung proses belajarnya.

"Selain itu berpengaruh pada Indeks Massa Tubuh anak. Sebab tidak sarapan meningkatkan indeks massa tubuh anak-anak. Tidak sarapan lebih berisiko anak akan gemuk dibandingkan makan malam menjelang tidur," terang Dr. Rita saat webinar: Selalu Siap Belajar di Rumah Bersama KOKO Krunch Nutrismarta.

"Anak yang tidak sarapan, mempunyai situasi untuk bekerja ekstra dalam memahami pelajaran. Untuk itu, sudah waktunya orang tua lebih sadar bahwa sarapan itu penting buat anak sebelum ia melakukan PJJ. Orang tua harus tahu untuk mengoptimalkan anak dengan sarapan," pungkasnya.
(FIR)